Hidayatullah.com—Kamboja menutup semua pasar di ibukota Phnom Penh hari Sabtu (24/4/2021) untuk meredam penyebaran coronavirus dan ribuan keluarga antre meminta bantuan pangan dari pemerintah di masa lockdown dua pekan.
Phnom Penh memberlakukan lockdown mulai 15 April dan menyatakan sejumlah distrik sebagai “zona merah”, melarang orang keluar rumah kecuali untuk keperluan medis.
Dalam surat perintah yang dikeluarkan Jumat malam, pemerintah kota Phnom Penh mengatakan semua pasar ditutup mulai Sabtu sampai 7 Mei, dan karena ada kenaikan infeksi di pasar maka para pedagang dan penjaganya didorong untuk melakukan tes Covid-19.
“Saya dan keluarga meminta bantuan segera dalam bentuk makanan sehari-hari… Saya kehilangan seluruh pendapatan keluarga karena pabrik ditutup dan lockdown,” kata Thorn Meng yang memiliki keluarga beranggotakan lima orang, seperti dilansir Reuters.
Sebuah grup di Telegram yang diadakan belum lama ini bagi orang-orang yang mencari bantuan pangan sudah menerima ribuan permintaan.
Menurut laman Facebook kota Phnom Penh, pemerintah sudah memberikan paket bantuan pangan kepada ribuan keluarga yang tidak dapat meninggalkan rumah. Isi paket itu terdiri dari 25 kilogram beras, satu kotak saus kedelai, satu kantong saus ikan dan satu kantong ikan kalengan.*