Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Tuding 29 Orang Mendanai Terorisme dengan Mata Uang Kripto

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2020 06:05 6:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Oktober 2020 06:05
Bagikan
Logo bitcoin.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebanak 29 orang yang dituduh mendanai kelompok Muslim bersenjata di Suriah lewat mata uang kripto telah ditangkap polisi, menurut pernyataan yang dirilis jaksa anti-terorisme Prancis (PNAT) hari Selasa (29/9/2020).

Jaringan itu sudah aktif sejak 2019 dan aktivitas utamanya membeli kupon-kupon mata uang kripto di Prancis, lalu referensinya dikirim ke para militan di Suriah, yang kemudian mengkreditkannya di platform bitcoin, menurut pernyataan PNAT seperti dilansir RFI.

Kedua puluh sembilan orang itu, berusia antara 22 dan 66, dijaring di berbagai daerah, mereka membeli kupon mata uang tersebut konon untuk saudaranya yang berada di Suriah.

Mereka ditangkap setelah sering membeli kupon bernilai 10 sampai 150 euro di toko-toko tembakau selama 8 bulan terakhir di sejumlah tempat di Prancis.

Polisi mengidentifikasi dua orang sebagai kepala jaringan itu, yaitu Mesut S dan Walid F keduanya berusia 25 tahun dan tinggal di bagian timur laut Suriah dan diduga anggota Hayat Tahrir Al-Sham, organisasi yang disebut berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka dihukum penjara 10 tahun secara in absentia Dan telah ada surat perintah penangkapan atas keduanya.

Jaksa mengatakan ini bukan cara biasa yang dipakai militan untuk mencuci uang guna mendanai terorisme.

“Pengintaian terus menerus atas jaringan ini membuat organisasi-organisasi teroris mencari cara yang lebih sulit terpantau dengan menggunakan mata uang kripto seperti bitcoin,” kata pernyataan itu.

Seorang pengacara yang mewakili sejumlah orang di tahanan mengatakan ini merupakan satu-satunya cara mereka dapat memberikan makan bagi anak-anaknya di kamp-kamp Suriah, sebab Prancis tidak merepatriasi semua anak yang ada di kamp di Suriah pada saat ini.

“Aparat hukum sangat mengetahui sepenuhnya bahwa tanpa bantuan materi itu, anak-anak akan langsung terancam risiko kematian,” kata pengacara mereka Marie Dosé.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BitcoinKriptoPrancissuriahteroristerorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Akan Gelar Munas Akhir November 2020 secara Online
Tulisan selanjutnya Diprotes, Patung Kepala Mahatma Gandhi Tetap Dipasang di Ibukota Malawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?