Hidayatullah.com—Lebih dari 100 bekas tentara penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Ethiopia mencari suaka di Sudan.
Mereka merupakan bagian dari misi PBB yang belum lama ini ditutup di daerah Darfur, Sudan, dan dijadwalkan akan dikirim pulang kembali ke Ethiopia.
Seorang pejabat urusan pengungsi mengatakan mereka itu berasal dari wilayah konflik Tigray dan khawatir akan dipersekusi apabila pulang.
Seorang jubir misi perdamaian PBB mengatakan kepada AFP bahwa 120 bekas penjaga perdamaian dari misinya di Darfur – yang berakhir sejak Desember 2020 – mencari perlindungan internasional dan mengajukan suaka di Sudan, lansir BBC Ahad (9/5/2021).
Badan urusan pengungsi PBB mengatakan sekelompok tentara Ethiopia itu tidak mau dipulangkan dan lebih memilih untuk “dibawa ke sebuah lokasi di mana mereka bisa dipastikan memperoleh status pengungsi.”
Pihak PBB tidak memberikan informasi rinci perihal identitas mereka yang mengajukan suaka.
Namun, kantor berita pemerintah Sudan Suna mengatakan 120 orang itu merupakan etnis Tigray, yang takut akan ditangkap oleh pemerintah federal Ethiopia apabila dipulangkan.
Sekitar 30-an personel penjaga perdamaian sudah dipindahkan dari kamp pengungsi yang berbatasan dengan Ethiopia, dan lebih banyak lagi dipindahkan pada hari Senin (10/5/2021), lapor Suna mengutip kepala misi UNHCR di Darfur Utara.
Tentara-tentara Ethiopia itu bergabung bersama ribuan pengungsi asal Ethiopia yang melarikan diri ke Sudan sejak konflik di Tigray pecah.*