Hidayatullah.com—Berhati-hatilah, dengan alasan dan tuduhan sebagai tempat “Islam Fundamentalis” kepolisian bisa menutup sebuah masjid. Salah satunya adalah terjadi di Jerman. Polisi bisa menutup sebuah masjid di Hamburg dengan alasan, dahulu menjadi tempat pertemuan para pembajak pesawat 11 September sebelum melakukan serangan di Amerika Serikat tahun 2011.
Sekitar 20 polisi memeriksa Masjid Taiba hari Senin pagi waktu setempat karena dugaan bahwa organisasi budaya yang berkaitan dengan masjid itu membantu ekstrimis.
Kepolisian Hamburg melakukan penggeledahan atas masjid Taiba pada Senin pagi dan menyita beberapa komputer serta bahan-bahan lain.
Para pejabat intelijen mengatakan masjid itu merupakan tempat pertemuan penting bagi kelompok Islam dan gedung masjid memang diawasi sejak serangan 11 September di Amerika.
Sebelumnya masjid ini bernama Al-Quds dan para pembajak 11 September, hanya karena, Mohammad Atta dianggap sering mengadakan pertemuan di situ.
Sebuah pusat budaya yang terkait dengan masjid itu juga ikut ditutup.
Pihak berwenang juga menuduh masjid ini tetap menjadi tempat bagi para kelompok Islam merekrut kaum muda Muslim setelah peristiwa 11 September. Pejabat mengatakan para pemimpin masjid ini mempergunakan lokasi ini untuk me”radikal”kan pengikut mereka agar mendukung kekerasan, alasan yang kerap digunakan aparat melegitimasi penangkapan kaum Muslim.
Disebutkan bahwa salah seorang dari mereka bergabung dengan Gerakan Islamis Uzbekistan yang diyakini punya kaitan dengan al-qaidah. Penguasa Hamburg mengatakan masjid ini sudah diintai untuk waktu yang lama. Shalat Jumat di tempat itu, biasanya menghadirkan sekitar 200 orang.
Pejabat mengatakan 10 orang Islami yang shalat di masjid ini dicurigai ikut pelatihan di kamp-kamp Asia Selatan dan Tengah tahun lalu. Satu dari tersangka dituduh bergabung dengan Gerakan Islamis Uzbekistan. Alasan seperti ini, memungkinkan banyak aparat menutup tempat ibadah kaum muslim dan menangkapi siapapun yang dicurigai secara seenaknya. [rnl/voan/hidayatullah.com]