Hidayatullah.com—Eritrea menyalahkan pemerintah Amerika Serikat atas konflik di Tigray yang hingga kini belum usai.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Menlu Eritrea Osman Saleh menuding AS sengaja memperlama konflik dan destabilisasi di wilayah Tigray, Ethiopia. Tidak hanya itu, AS juga dituding berencana “menyelamatkan nyawa sisa-sisa” rezim Tigray People’s Liberation Front (TPLF), yang selama bertahun-tahun menguasai pemerintahan lokal di daerah itu, lansir BBC Selasa (8/6/2021).
AS sebelumnya menyerukan penarikan pasukan Eritrea dari Tigray setelah mereka dituding melakukan pelanggaran HAM.
Surat Osman tersebut tidak menyinggung soal kehadiran pasukan Eritrea di negeri jiran itu.
Pemerintah Ethiopia awalnya menyangkal kehadiran pasukan Eritrea di Tigray, tetapi kemudian mengakuinya dengan janji bahwa pasukan akan ditarik oleh Eritrea.
Lembaga-lembaga internasional memperingatkan krisis kemanusiaan di daerah itu, sementara Sekjen PBB Antonio Gutteres mengatakan Tigray sedang berada di jurang kelaparan.*