Hidayatullah.com—Sedikitnya satu orang tewas dan puluhan lainnya hilang setelah sebuah bangunan rumah susun berlantai dua belas di Miami, Florida, Amerika Serikat, runtuh.
Jumlah orang yang berhasil diketahui lokasinya sekarang mencapai 102, sementara 99 lain masih belum diketahui, menurut Danielle Levine-Cava, walikota Miami-Dade.
Tidak diketahui berapa banyak orang berada di rumah susun tersebut ketika bangunannya runtuh, lansir BBC Kamis (24/6/2021).
Rumah susun yang berlokasi di daerah Surfside itu dibangun pada tahun 1980.
Sejumlah warga migran asal Amerika Latin dilaporkan hilang oleh konsulat mereka.
Pejabat dari Paraguay mengatakan bahwa kerabat dari ibu negara Paraguay termasuk yang dilaporkan hilang. Petugas penyelamat tidak dapat mengontak saudara perempuan dan ipar dari Silvana Lopez Moreira, yang tinggal di rusun itu bersama tiga anak mereka dan seorang pembantu.
Petugas menggunakan berbagai alat termasuk sonar dan bantuan anjing pelacak untuk menemukan posisi korban.
“Bagian belakang gedung, mungkin sepertiganya atau lebih, benar-benar hancur lebur,” kata kepala wilayah Surfside, Charles Burkett, dalam konferensi pers.
Polisi menyebutkan gedung yang runtuh adalah bagian dari Champlain Towers, bangunan rumah susun yang terletak di 8777 Collins Avenue, Surfside, Miami.
Santo Mejil, 50, terbangun ketika istrinya memanggil dari sebuah unit di lantai kesembilan di salah satu dari tiga bangunan di kompleks rusun Champlain Towers. Istrinya merupakan perawat malam yang menjaga seorang wanita tua difabel.
“Dia mengatakan me dengar suara ledakan keras,” kata Mejil kepada Miami Herald. “Rasanya seperti gempa bumi,” kata Mejil. Istrinya merupakan salah satu korban yang berhasil diselamatkan oleh petugas.
“Bangunannya bergetar dan kemudian saya berusaha melihat keluar dari jendela tetapi tidak kelihatan. Saya kira ada badai atau sesuatu yang masuk,” kata seorang pria yang tinggal di bangunan lain dekat lokasi kejadian kepada stasiun televisi CBS.
“Ketika debunya sudah berkurang, dua pertiga bagian belakang gedung itu sudah hilang, ambruk ke tanah,” imbuhnya.
Seorang saksi yang melihat reruntuhan gedung kepada CNN mengatakan pemandangannya seperti peristiwa 9/11, merujuk runtuhnya gedung WTC di New York pada 2001.
“Pada dasarnya kami mendengar suara reruntuhan besar dan kami kira itu suara sepeda motor, tahu kan? Kami memperhatikan sekeliling dan melihat debu terbang ke arah kami,” kata seorang saksi yang sedang berjalan-jalan dengan saudaranya dan anjing mereka di dekat lokasi kejadian kepada CBS Miami. Disebabkan debu yang tebal mereka menutup hidung dan mulut dengan bagian baju yang mereka kenakan.
Petugas sudah berhasil menyelamatkan 35 orang keluar dari reruntuhan ruang parkir, yang tertimbun puing-puing bangunan.
Percikan api sempat terjadi di lokasi tetapi berhasil dipadamkan dalam waktu 20 menit, kata kepala dinas kebakaran Miami-Dade, Raide Jadallah.*