Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Kardinal Amerika Serikat Didakwa Lakukan Pelecehan Seksual

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Juli 2021 10:56 10:56 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Juli 2021 10:56
Bagikan
pelecehan seksual
Bagikan

Hidayatullah.com — Mantan kardinal Amerika Theodore McCarrick telah didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja laki-laki, dokumen pengadilan menunjukkan Kamis. Ini menjadikannya pejabat Katolik Roma paling senior di Amerika yang menghadapi tuntutan pidana dalam skandal pelecehan besar-besaran terhadap pendeta.

Daftar isi
  • Keberanian Korban Pelecehan Seksual
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dilansir AFP pada Kamis (30/07/2021), mantan uskup agung Washington DC berusia 91 tahun itu didakwa dengan tiga tuduhan.  Meliputi penyerangan tidak senonoh dan pelecehan terhadap seorang anak di atas 14 tahun, menurut berkas dakwaan di pengadilan distrik Massachusetts.

McCarrick dikeluarkan dari Gereja Katolik pada tahun 2019, menjadi tokoh Gereja dengan pangkat tertinggi yang dikeluarkan di zaman modern. Dia telah dinyatakan bersalah oleh Vatikan karena melakukan pelecehan seksual terhadap setidaknya satu remaja laki-laki pada tahun 1970an. Selain itu ia juga melakukan pelecehan seksual dengan para seminaris pria dewasa.

McCarrick, yang berperan penting menggalang dana untuk Tahta Suci dari para donor kaya AS, dicopot dari gelar kardinalnya pada 2018. Tahun berikutnya status pendeta dicabut dari gelarnya.

Sebuah laporan Vatikan setebal 450 halaman yang diterbitkan 2020 menyimpulkan bahwa McCarrick mampu naik pangkat di Gereja. Itu terjadi meskipun bertahun-tahun dituduh melakukan pelanggaran seksual. Vatikan mengakui November lalu bahwa mendiang Paus Yohanes Paulus II mengabaikan saran untuk tidak mempromosikan McCarrick. Saran itu muncul karena desas-desus penyerangan seksual yang kemudian dibuktikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keberanian Korban Pelecehan Seksual

Jaksa menuduh bahwa McCarrick meraba-raba korban ketika dia berusia 16 tahun pada tahun 1974. Insiden itu terjadi ketika mereka berjalan di sekitar kampus Wellesley College di Massachusetts selama resepsi pernikahan saudara korban. Korban mengatakan bahwa McCarrick membawanya ke sebuah ruangan dan meraba-raba alat kelaminnya sambil “mengucapkan doa,” menurut pengaduan pidana.

Mantan kardinal itu telah menjadi subyek dari beberapa tuntutan hukum perdata yang diajukan oleh para penuduh. Namun ini adalah kasus pidana pertama yang menimpanya.

Pengacara korban, Mitchell Garabedian, mengatakan kliennya “menunjukkan keberanian yang luar biasa” dengan mengajukan pengaduan. “Ini adalah kardinal pertama di Amerika Serikat yang dituntut secara pidana atas pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur,” katanya.

Pengacara McCarrick, Barry Coburn, mengatakan kepada AFP bahwa dia dan kliennya “berharap untuk menangani kasus ini di ruang sidang.”

Gereja Katolik telah diguncang oleh serangkaian skandal pelecehan seks anak dalam beberapa tahun terakhir. Investigasi keuskupan Pennsylvania pada tahun 2018 mengungkap penyembunyian sistematis oleh Gereja atas pelecehan seksual oleh “lebih dari 300 pendeta predator”.

Disebutkan lebih dari 1.000 anak menjadi korban.

Antara tahun 1950 dan 2016 Gereja Katolik AS menerima 18.500 pengaduan terhadap 6.700 anggota klerus, menurut situs uskup-accountability.org. Beberapa anggota gereja senior di AS telah dipaksa mengundurkan diri karena melindungi pendeta pelanggar seks, termasuk mendiang kardinal Bernard Law.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatgereja katolikKardinalPelecehan seksual anakskandal gereja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YLBHI Catat 202 Kasus Pelanggaran Dilakukan Polisi di Tahun 2019-2021
Tulisan selanjutnya Soah Agama Bahaiyyah, Buya Gusrizal: Menag Mengabaikan Ghirah Umat Islam Menjaga Akidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?