Hidayatullah.com—Ribuan demonstran dengan menggunakan kendaraan mobil dan sepeda motor memadati distrik perbelanjaan di Bangkok hari Ahad (15/8/2021), menuntut Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha mundur dari jabatannya karena tidak cakap menangani pandemi Covid-19.
Saat ini Thailand sedang menghadapi masa terburuk wabah coronavirus, di mana setiap hari kasus infeksi dan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit terus bertambah. Total, Thailand mencatat lebih dati 907.000 kasus dengan 7.551 kematian.
Ptohram vaksinasi yang berjalan lambat ditambah seretnya pendapatan masyarakat akibat pembatasan aktivitas, telah membuat warga marah terhadap pemerintahan PM Prayuth, lapor AFP.
Khawatir akan penyebaran virus dalam kerumunan, para pengunjuk rasa beberapa pekan terakhir memilih turun ke jalan dengan menaiki kendaraan dan berkonvoi sehingga menimbulkan kemacetan parah di Bangkok.
Hari Ahad ini, ribuan orang memadati jalan-jalan ibukota dengan mobil dan sepeda motor di sedikitnya tiga titik unjuk rasa.
Mereka menunjukkan simbol tiga jari dan berteriak-teriak mendesak agar PM Prayuth yang berkuasa sejak 2014 segera meletakkan jabatannya.
Dalam unjuk rasa hari Jumat, sedikitnya tiga demonstran terluka akibat tinfakan aparat yang menggunakan alat penangkal huru-hara seperti meriam air, pentungan dan peluru karet.
“Kami hanya menggunakannya jika diperlukan,” kata Kepala Kepolisian Nasional Suwat Jangyodsuk membela tindakan anak buahnya dalam konferensi pers hari Ahad.*