Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Memasuki Kota Kabul dengan Damai, Anggota Gerilyawan Dilarang Lakukan Kekerasan

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2021 20:37 8:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Agustus 2021 20:35
Bagikan
Penduduk Kabul bergegas pulang setelah berita tentang Taliban telah mendekati ibu kota. FOTO EPA
Bagikan

Hidayatullah.com–Taliban telah mulai memasuki Kabul, ibu kota dan kota terbesar di Afghanistan, lapor Kementerian Dalam Negeri negara itu. Al-Jazeera melaporkan perkembangan terakhir beberapa jam setelah kelompok itu merebut kota utama timur negara itu Jalalabad, mengambil kendali rute penting yang menghubungkan Afghanistan dan Pakistan.

Menurut seorang pemimpin Taliban di Doha, yang telah menjadi tempat serangkaian pembicaraan antara kelompok itu dan Pemerintah Afghanistan, para gerilyawannya diinstruksikan untuk menghindari kekerasan dan memberi jalan kepada setiap individu yang ingin meninggalkan Kabul.

Taliban mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengambil ibu kota Afghanistan “dengan paksa”. Kelompok bersenjata itu mengeluarkan pernyataan itu saat para pejuang mereka memasuki pinggiran Kabul.

“Imarah Islam menginstruksikan semua pasukannya untuk berdiri di gerbang Kabul, tidak mencoba memasuki kota,” kata juru bicara Taliban di Twitter, meskipun beberapa penduduk melaporkan para pejuang dengan damai memasuki beberapa pinggiran luar kota.

Namun, tidak jelas apakah pemerintah boneka yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani akan membalas atau menyerah.  Sebelumnya, AFP melaporkan bahwa Presiden AS Joe Biden telah memerintahkan lebih banyak pasukan untuk membantu mengevakuasi para pejabat dan sekutu AS setelah Taliban merebut kota Mazar-i-Sharif dan nyaris menduduki Kabul.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Itu setelah warga mengkonfirmasi jatuhnya kota Mazar-i-Sharif yang sebelumnya merupakan kubu anti-Taliban. Ghani, yang menghadapi pengepungan, sebelumnya, ketika menyampaikan pidato kepada rakyat negara itu bersumpah untuk menghentikan pertumpahan darah meskipun pasukan pertahanan pemerintah menderita kekalahan selama 10 hari terakhir.

Namun Ghani tidak memberikan indikasi dalam pidatonya apakah dia akan bertanggung jawab atas kejatuhan tentara atau mengundurkan diri. Secara efektif, Kabul menjadi satu-satunya benteng terakhir bagi pasukan pertahanan pemerintah dan memiliki sedikit atau tidak memiliki kemampuan di bidang lain.

Kelompok gerilyawan itu sebelumnya telah mendirikan kamp sekitar 50 kilometer (km) dari ibu kota Afghanistan. Sementara itu, AS dan negara-negara lain bergegas mengevakuasi warganya dengan aman karena takut akan serangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanKabulTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Visit Rwanda: Presiden Kagame Kecewa Berat Arsenal Dikalahkan Brentford
Tulisan selanjutnya Presiden Ashraf Ghani Dilaporkan Melarikan Diri setelah Taliban Kuasi Kabul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan

Berita
6 Juli 2026 20:19
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?