Hidayatullah.com—Bank sentral Jerman mengatakan pihaknya menerima lebih dari €50 juta euro menyusul peristiwa banjir mematikan bulan Juli lalu.
Bundesbank hari Rabu (2/9/2021) mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak uang kotor dari warga yang menyerahkan uang tunai bekas terendam air banjir atau terkontaminasi minyak, limbah, dan lumpur.
Bank itu biasanya menerima uang rusak senilai sekitar €40 juta per tahun.
Uang bernilai jutaan euro yang rusak itu dikeringkan, diproses, dan kemudian dihancurkan di pusat analisis uang palsu dan rusak di Mainz, imbuhnya.
Warga negara Jerman yang menyerahkan uang kertas rusak mendapatkan gantinya tanpa biaya, lansir Associated Press.
Tahun ini fasilitas di Mainz itu sudah menerima uang kerta bernilai €51 juta dari daerah terdampak banjir di bagian barat Jerman antara pertengahan Juli dan akhir Agustus.
Oleh karena uang kertas basah yang datang terlalu banyak Bundesbank sampai-sampai harus membeli alat pengering. Uang harus segera dikeringkan sebelum menggumpal dan menempel satu sama lain dan mengeras menjadi seperti beton.
Lebih dari 180 orang tewas di Jerman dan ratusan lainnya terluka dalam peristiwa banjir bulan Juli lalu, yang juga merenggut nyawa di negara tetangga Belgia.*