Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim Suriah Lanjutkan ‘Proses Rekonsiliasi’ di Tafas, Akhiri Perlawanan Kota Daraa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 September 2021 07:11 7:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2021 08:30
Bagikan
rezim suriah
Pengungsi Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com — Rezim Suriah melakukan operasi pencarian di kota selatan Tafas selama akhir pekan. Hal itu dalam rangka mencari tersangka anggota oposisi ketika daerah itu kembali di bawah kendali pemerintah menyusul kesepakatan rekonsiliasi dengan penduduk setempat, lansir The New Arab.

Tentara Suriah mengumpulkan senjata dari penduduk setempat bersenjata di provinsi Daraa dan mulai menyelesaikan status mereka yang telah menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Rusia awal bulan ini, yang mengakhiri pemberontakan dua bulan melawan pemerintahan rezim.

Ini menyusul pemberontakan di beberapa daerah Daraa – termasuk Daraa Al-Balad – terhadap hasil pemilihan Mei yang diprediksi melihat Bashar Al-Assad kembali berkuasa sebagai presiden.

Pengepungan rezim selama dua bulan di daerah kantong oposisi dan pertempuran sengit antara kedua belah pihak berakhir dengan kesepakatan penyelesaian yang memberikan masuknya pasukan rezim ke desa-desa pemberontak.

Penduduk setempat juga harus menyerahkan senjata ringan dan berkomitmen untuk rekonsiliasi dengan rezim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa pejuang oposisi dipindahkan ke provinsi Idlib yang dikuasai oposisi, di barat laut Suriah.

Provinsi Daraa adalah kubu oposisi sampai direbut kembali oleh rezim Assad pada 2018.

Sejak saat itu, daerah itu telah menyaksikan pembunuhan anggota pasukan keamanan rezim lokal dan mantan anggota oposisi. Pemberontakan besar-besaran meletus di beberapa bagian Daraa setelah perselisihan mengenai hasil pemilihan presiden.

Pengepungan rezim yang melumpuhkan di Daraa Al-Balad, yang dianggap sebagai sarang oposisi, dimulai pada Juni dengan daerah-daerah oposisi ditembaki.

Bulan pertama pertempuran membuat lebih dari 30.000 warga sipil mengungsi menurut PBB.

Didukung oleh sekutu Rusia dan Iran, rezim Suriah sekarang secara bertahap merebut kembali kendali atas daerah-daerah di Daraa dan menegosiasikan status mantan pemberontak melalui proses “penyelesaian”.

Kesepakatan serupa sejauh ini telah diterapkan di kota-kota Suriah selatan lainnya termasuk Daraa Al-Balad, Al-Yadouda dan Mzairib, menurut media resmi pemerintah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DaraaKonflik SuriahRezim Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 6 Adab Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui
Tulisan selanjutnya Taliban Minta Bimbingan Ulama, IUMS: Pemerintah Baru Afghanistan Harus Adil dan Damai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?