Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenapa Hasil Tangkapan Ikan dan Kepiting di China Ikut Dites Covid-19?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2022 18:48 6:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Agustus 2022 18:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari lima juta orang China telah diperintahkan untuk menjalani tes Covid-19 di kota pesisir Xiamen pekan ini, setelah sekitar 40 kasus virus terdeteksi. Namun, bukan mereka saja yang harus menjalani tes, sejumlah hewan air juga ikut diperiksa.

Dilansir BBC Jumat (19/8/2022), komite distrik Pengendalian Pandemi Maritim Jimei belum lama Ini mengeluarkan pemberitahuan bahwa ketika nelayan kembali ke pelabuhan baik penangkap ikan maupun hasil tangkapannya keduanya harus menjalani tes Covid-19.

Tak lama kemudian, berbagai platform media sosial termasuk Douyin – TikTok versi China – dipenuhi rekaman video yang menampakkan petugas melakukan tes PCR Covid-19 terhadap ikan dan kepiting hidup.

Meskipun terlihat tidak biasa, ini bukan pertama kalinya ikan hidup di-swab untuk pemeriksaan Covid-19.

“Kami mengambil pelajaran dari Hainan, yang mengalami wabah parah… Konon wabah (Covid-19) bisa jadi dipicu oleh transaksi jual-beli hasil laut antara nelayan lokal dengan rekan-rekan mereka di luar negeri.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Provinsi Hainan di Tiongkok selatan, daerah pesisir seperti Xiamen, mencatat lebih dari 10.000 kasus Covid-19 sejak awal Agustus. Pihak berwenang menyakini wabah itu sepertinya berhubungan dengan komunitas nelayan.

Media China sejak lama menyatakan kekhawatiran bahwa kehidupan laut mungkin ada hubungannya dengan coronavirus. Sebagaimana diketahui kasus Covid-19 pertama dikaitkan dengan pasar hewan dan makanan laut hidup di pusat kota Wuhan.

Meskipun sepertinya tidak mungkin makanan laut menjadi inang virus, banyak wabah Covid-19 di China telah dikaitkan dengan para pekerja pelabuhan, mereka yang menangani makanan beku (makanan yang dikemas dengan es), atau pekerja di pasar makanan laut.

Pada Juni 2020, wabah semacam itu di Beijing memicu kepanikan terhadap salmon.

Kala itu, media pemerintah mengatakan bahwa Covid-19 terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk salmon impor. Kepanikan menyebar ke seluruh negeri, banyak orang menjadi khawatir untuk mengkonsumsi makanan laut.

Pada bulan Mei, media pemerintah mempublikasikan rekaman hewan kuda nil yang sedang menjalani tes Covid-19 di kawasan taman nasional di Huzhou, sebelah timur Zhejiang. Katanya, hewan air bertubuh tambun itu perlu menjalani tes Covid-19 dua kali dalam sepekan.

Kucing, anjing, ayam dan panda juga menjalani tes Covid-19 di China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacoronavirushewanikankepitingnelayantes Covid-19
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Shabab Serang dan Menduduki Hotel, 12 Tewas
Tulisan selanjutnya Diduga Curian, Kapal Rusia Bawa Palawija Ukraina ke Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?