Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Wajibkan Visa Bagi Pelancong yang Pernah Kunjungi Negara Sarang Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Januari 2016 06:38 6:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Januari 2016 06:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat mulai hari Kamis (211/2016) memberlakukan ketentuan visa baru bagi sebagian pelancong yang pernah mengunjungi sejumlah negara yang dianggap sarang terorisme atau memiliki kewarganeraan ganda negara bersangkutan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan, orang-orang yang berencana pergi ke Amerika Serikat yang pernah mengunjungi Iran, Iraq, Sudan atau Suriah sejak 2011 sekarang harus mengajukan visa.

Kewajiban mengurus visa itu juga dikenai atas pelancong berasal dari negara yang memiliki perjanjian bebas visa dengan AS. Namun, warganegara dari 40 negara sahabat Amerika akan dibebaskan dari peraturan baru tersebut dan mereka bebas bepergian ke AS tanpa visa, lapor AFP.

Orang pemilik status warganegara ganda pemegang paspor Iran, Iraq, Sudan atau Suriah, dikenai kewajiban mengurus visa.

“Kami akan melaksanakan peraturan hukum yang diloloskan Kongres dan ditandatangani presiden,” kata seorang pejabat administrasi senior kepada AFP tanpa menyebutkan identitasnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Departemen Keamanan Dalam Negeri …. bekerja sama erat dengan Departemen Luar Negeri dan rekan-rekan lainnya guna memastikan bahwa perubahan peraturan itu … dilaksanakan semestinya,” kata orang itu.

Warga dari negara yang tergabung dalam pasukan koalisi pimpinan AS yang berperang di Iraq dikecualikan dari peraturan baru itu. Sementara pekerja kemanusiaan dan jurnalis bisa mendapatkan pengecualian kasus per kasus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusuf Mansur Muliakan Kiai dan Alumni Gontor
Tulisan selanjutnya Menristek: Kampus Mestinya Tidak Dimasuki LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Berita
27 September 2026 16:44
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?