Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Beberapa Perusahaan Telkom China yang Dianggap Berbahaya Bagi Keamanan AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 November 2021 19:14 7:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 November 2021 19:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—U.S. Federal Communications Commission (FCC) pada 26 Oktober 2021 memutuskan untuk mencabut izin operasional anak perusahaan China Telecom di Amerika Serikat dengan alasan keamanan nasional. Sebelumnya sudah ada beberapa perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok yang disinyalir berbahaya oleh FCC.

Mengomentari keputusan lembaganya, Komisioner FCC Commissioner Brendan Carr, seorang anggota Partai Republik, mengatakan FCC “harus tetap waspada terhadap ancaman yang ditimbulkan” oleh China, lansir Reuters.

Senator AS Rob Portman dan Tom Carper, yang mengeluarkan laporan pada tahun 2020 tentang operasi perusahaan-perusahaan telekomunikasi China di AS, memuji keputusan FCC itu dalam sebuah pernyataan bersama, yang menyebut keputusan itu sangat penting karena risikonya menyangkut keamanan nasional dan penegakan hukum.

Sebelumnya pada bulan Maret, FCC memulai upaya untuk mencabut izin operasional China Unicom Americas, Pacific Networks dan anak perusahaannya yang dimiliki sepenuhnya ComNet.

Pada Mei 2019, FCC secara sepakat bulat menolak memberikan izin China Mobile untuk menyediakan layanan telekomunikasi di wilayah Amerika Serikat. Perusahaan itu merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan telekomunikasi yang dimiliki oleh pemerintah China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, FCC menyatakan Huawei Technologies Co dan ZTE Corp sebagai ancaman terhadap keamanan nasional karena dapat mengusik jaringan komunikasi. Konsekuensi dari keputusan itu, perusahaan-perusahaan AS tidak dapat menggunakan dana pemerintah AS untuk membeli peralatan dari kedua perusahaan tersebut.

Pada bulan Desember 2020, FCC mengharuskan operator komunikasi mengganti semua perangkat di jaringannya yang menggunakan alat buatan ZTE dan Huawei dengan yang lain.

Berdasarkan UU keamanan 2019, FCC pada bulan Maret menyatakan lima perusahaan China membahayakan keamanan nasional, yaitu Huawei, ZTE, Hytera Communications, Hangzhou Hikvision Digital Technology Co dan Zhejiang Dahua Technology Co, lapor Reuters (26/10/2021).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinahuaweiTelekomunikasiZTE
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Telecom Diminta Angkat Kaki Setelah 20 Tahun Melayani Pelanggan di Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya ormas islam Bermasalah dan Resahkan Umat, 13 Ormas Islam Tolak Permendikbud terkait Kekerasan Seksual di Kampus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?