Hidayatullah.com—Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Missouri, sebuah organisasi pembela kebebasan sipil dan advokasi Muslim, minta Sekolah Kirkwood di Kirkwood, Mo., melakukan penyelidikan menyeluruh dan “independen dan transparan” atas dugaan rasisme dan diskriminasi yang menargetkan seorang Muslim keturunan Afrika, lapor laman resmi CAIR.
Seorang guru Sekolah Menengah Nipher diduga melakukan aksi pelecehan dan rasisme terhadap seorang siswa kelas 6 yang beragama Islam. Ia mengusir siswa itu ke luar kelas dan melemparkan ranselnya ke atas lorong.
Sebelum mengambil tindakan itu, sang guru dilaporkan berkata, “Saya tidak bisa melakukan ini.” Tindakan ini menyinggung perasaan orangnya siswa, dan kemudian mengajukan keluhan terkait kejadian tersebut kepada pihak kepala sekolah, tetapi sekolah tidak menyelesaikan kasus tersebut.
Pada bulan Oktober, saat kembali ke rumah dengan bus sekolah, pelajar Muslim itu dilaporkan diserang seorang siswa kelas 7 dan mengolok-oloknya, memanggilnya “monyet teras”. Sekali lagi, kepala sekolah juga tidak mengambil tindakan rasial ini.
Kemarin, seorang siswa kelas 8 diduga kembali menyerang siswa Muslim itu. Lagi-lagi ia diolog dengan panggilan “monyet teras.” Pelajar Muslim itu juga dikabarkan sedang mendapatkan perawatan medis karena bibirnya yang bengkak akibat aksi kekerasan.
Siswa lain dilaporkan telah merekam bagian dari insiden ini saat korban membela diri, namun secara tidak jujur, ia justru menuduh korbanlah yang memulai perkelahian. Untungnya, saat kejadian, seorang saksi dewasa melindungi siswa Muslim itu dan mengantarnya pulang.
Atas kejadian ini, CAIR mendesak pihak sekolah melakukan penyelidikan yang jujur dan transparan. “Kami meminta pejabat Distrik Sekolah Kirkwood untuk segera meluncurkan penyelidikan independen dan transparan atas insiden dugaan pelecehan dan penyerangan rasis yang menargetkan siswa Muslim,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi CAIR-Missouri Marwan Hameed.
Ia mendesak agar sekolah melindungi siswa dari latar belakang apapun untuk bisa memperoleh pendidikan dengan nyaman dan aman. “Siswa dari semua latar belakang harus disediakan lingkungan belajar yang aman dan ramah,” katanya.
CAIR mencatat bahwa banyak siswa Muslim di seluruh Amerika Serikat menghadapi intimidasi dan diskriminasi karena keyakinan dan etnis mereka.*