Hidayatullah.com– Menteri ‘Israel’ hari ini sepakat untuk melarang perjalanan ke Amerika Serikat, Kanada dan delapan negara di tengah penyebaran varian Omicron. Kantor Perdana Menteri Naftali Bennett mengumumkan keputusan tersebut setelah pemungutan suara Kabinet, kutip AFP.
Langkah langkah daftar merah AS terjadi di tengah meningkatnya infeksi coronavirus di ‘Israel’ dan menandai perubahan dalam praktik pandemi antara dua negara dengan hubungan diplomatik yang erat.
AS akan bergabung dengan daftar negara-negara Eropa dan beberapa tujuan yang dilarang bepergian oleh ‘Israel’, dan dari mana pelancong yang kembali harus tetap dikarantina.
Anggota komite parlemen diharapkan memberikan persetujuan akhir untuk langkah tersebut. Setelah disetujui, larangan perjalanan akan berlaku pada tengah malam, Rabu dini hari.
‘Israel’ mengalami lonjakan kasus baru varian virus corona yang menular dalam beberapa pekan terakhir, dan mulai menutup perbatasan dan mengendalikan pergerakan perjalanan pada akhir November.
Warga negara asing tidak diperbolehkan masuk, dan semua orang ‘Israel’ yang datang dari luar negeri harus dikarantina termasuk orang-orang yang telah divaksinasi.
Negara lain yang disetujui untuk ditambahkan ke daftar larangan perjalanan mulai Rabu ini adalah Belgia, Jerman, Hongaria, Italia, Maroko, Portugal, Swiss, dan Turki. *
Perdana Menteri ‘Israel’ Naftali Bennett menghadiri rapat kabinet di Yerusalem pada 19 Desember 2021. – AFP