Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Tangkap Raja Suku Asli yang Tanam Ganja Dekat Kantor Presiden Afsel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Januari 2022 13:34 1:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Januari 2022 13:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi Afrika Selatan membabat habis sejumlah tanaman ganja yang dibudidayakan dekat kantor Presiden Cyril Ramaphosa di Pretoria.

Tanaman narkotika itu milik anggota komunitas suku asli Khoisan, yang sebagian sudah bermukim di sana selama tiga tahun.

Pemimpin mereka, yang menyebut dirinya sebagai Raja Khoisan, berpegangan pada tumpukan ganja saat polisi menyeretnya pergi.

“Polisi… kalian telah mengobarkan perang,” teriaknya seperti dikutip AFP.

“Kami datang ke sini dengan damai. Kami akan menuntut balas kalian,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak itu pemimpin suku pribumi itu dijebloskan ke dalam tahanan, lansir BBC Rabu (12/1/2022).

Dia dan sejumlah temannya sesama aktivis suku asli ditahan karena terlibat dalam penanaman dan budidaya ilegal dagga (ganja) serta tidak mengenakan masker di tempat umum saat diperintahkan oleh petugas kepolisian,” lapor AFP mengutip sebuah pernyataan.

Pada 2018, kelompok suku Khoisan itu mendirikan perkemahan di lahan terbuka hijau di dekat kantor presiden, tidak jauh dari patung besar Nelson Mandela, guna kepentingan kampanye menuntut pengakuan resmi atas bahasa suku mereka.

Khoisan adalah penduduk asli tertua di Afrika Selatan tetapi sekarang menjadi minoritas kecil di negara itu.

Menanggapi insiden tersebut, istri Raja Khoisan mengutarakan kemarahannya dalam wawancara dengan situs berita Afsel IOL.

“Saya sangat, sangat marah,” kata Ratu Cynthia. “Presiden tidak bersedia datang” untuk berbicara kepada mereka, imbuhnya. Wanita itu mengatakan kepada IOL bahwa suku Khoisan hanya ingin diakuai keberadaannya.

Suku mereka biasa menggunakan tanaman untuk pengobatan, seperti kanker da. tekanan darah tinggi, papar Cynthia. Ganja tersebut ditanam di ladang sayuran.

Penggunaan ganja untuk kepentingan personal di tempat pribadi sejak tahun 2018 dikategorikan sebagai tindak pidana di Afrika Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanganjaKhoisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya membela agama allah Khutbah Jum’at: Membela Agama Allah SWT
Tulisan selanjutnya radikalisme Ketum PBNU Bahas Soal Radikalisme, Sebut Adu Dalil Bukan Solusi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?