Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendiri Genocide Watch Gregory Stanton Beri Peringatan Dini Kemungkinan Genosida di India

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Januari 2022 11:08 11:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Januari 2022 12:00
Bagikan
genosida india
Bagikan

Hidayatullah.com— Presiden pendiri Genocide Watch, Gregory Stanton mengatakan dia telah meminta “Kongres AS untuk mengeluarkan resolusi yang memperingatkan genosida yang terjadi di India”. Stanton juga mendesak Presiden AS Joe Biden menjelaskan pada PM India, Narendra Modi bila genosida akan menjadikan hubungan AS-India memburuk.

“(Presiden Joe) Biden harus memberi tahu (Perdana Menteri Narendra) Modi jika genosida terjadi, itu akan mengharuskan kita untuk menilai kembali semua hubungan kita dengan India,” kata nya dalam wawancara 28 menit dengan Karan Thapar untuk The Wire.

Stanton mengatakan bahwa meskipun organisasinya, Genocide Watch, tidak memeringkat negara, Museum Peringatan Holocaust AS percaya bahwa, setelah Pakistan, India adalah negara kedua yang paling mungkin untuk melakukan genosida terjadi.

Dalam wawancara tersebut, Stanton mengatakan “tanda-tanda peringatan dini (genosida) hadir di India.”  Hal ini mengacu pada ’10 tahapan genosida’ versi Genocide Watch, bahwa beberapa di antaranya telah terpenuhi di India.

Di antaranya adalah; klasifikasi (membedakan orang ‘sebagai kita’ dan ‘mereka’ dan membedakan mereka), aksi simbolisasi (mengidentifikasi orang dengan pakaian yang mereka kenakan atau menyebutnya abba jaan ), akdi diskriminasi dalam UU (kasus UU Amendemen Kewarganegaraan), dan dehumanisasi (menyebut kaum Muslim rayap dan menyuruh mereka pergi ke Pakistan) dan polarisasi (menuduh Muslim ‘jihad cinta’ dan undang-undang diskriminatif terhadap perkawinan silang).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di atas semua ini, kata Stanton,  juga ada seruan nyata untuk genosida yang, tambahnya, mirip dengan genosida di bawah Konvensi Genosida, yang ditandatangani oleh India. Stanton mengatakan “hanya karena sebuah negara adalah demokrasi, bukan tidak mungkin genosida terjadi” dan mengutip contoh AS sendiri di mana, katanya, genosida telah dilakukan terhadap penduduk asli Amerika dan juga terhadap orang Afrika-Amerika.

Dia mengatakan ketakukan adanya genosida sedang terjadi di India saat ini. Menurutnya,  apa yang dia sebut sebagai tanda peringatan dini, telah terjadi. “Genosida bukanlah sebuah peristiwa, itu sebuah proses. Itu berkembang,” katanya.

Stanton mengatakan jika genosida terjadi “bukan negara tetapi massa yang akan melakukannya.” Berbicara secara khusus tentang Perdana Menteri Modi, Stanton mengatakan dia telah mengatakan kepada Kongres AS bahwa dia yakin Modi mendorong pembantaian tahun 2002 dan juga menggunakan retorika anti-Muslim untuk membangun basis politiknya.

“Dia punya catatan (dan) dia harus menjawab,” katanya. “Dia harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Berbicara tentang diamnya perdana menteri – sebulan telah berlalu sejak Dharma Sansad diadakan di Haridwar – Stanton berkata, “Dia adalah perdana menteri India. Dia adalah pemimpin negara. Dia memiliki kewajiban moral untuk mengecam ujaran kebencian.”

Dia menambahkan, “Pemimpin memiliki tanggung jawab untuk tidak tinggal diam,” tambahnya.

Saat ditanya The Wire bagaimana dia menafsirkan diamnya Modi, Stanton mengutip Martin Luther King Jr, yang mengatakan, “Kita akan tahu siapa yang melawan kita bukan dengan apa yang mereka katakan tetapi dengan diamnya mereka.”

Ditanya apakah dia mengatakan bahwa diamnya Modi membuatnya terkutuk, Stanton menjawab: “Tentu saja.”

Pada tahun 1989, Stanton memperingatkan presiden Rwanda bahwa mempertahankan etnis pada kartu identitas akan memastikan terjadinya genosida. Lima tahun kemudian, hal itu terjadi.

Dalam wawancara tersebut, Stanton memberikan rincian peringatan yang dia berikan kepada pemerintah Rwanda dan tanggapan presiden.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Genosida MuslimIndiaMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya dua jenis ilmu Dua Jenis Ilmu
Tulisan selanjutnya Bersikap Adil: Kunci Kemajuan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?