Hidayatullah.com–Seorang miliarder Australia mengajukan gugatan kriminal terhadap Facebook, menuduh perusahaan tersebut gagal mencegah iklan penipuan yang menggunakan potret dirinya.
Andrew Forrest berargumen Facebook melanggar undang-undang anti pencucian uang Australia atas penyebaran iklan penipu cryptocurrency.
Dr Forrest, yang merupakan chairman dari perusahaan tambang Fortescue Metals, menuduh Facebook telah melakukan “kesembronoan kriminal” karena tidak berbuat lebih banyak untuk menghentikan iklan tersebut, yang pertama kali muncul pada awal 2019.
Penipuan itu menggunakan foto dirinya – dan sejumlah selebriti lain – untuk mempromosikan investasi palsu yang menjanjikan kekayaan. Meskipun Facebook melarang iklan semacam itu, banyak yang masih muncul di platformnya
Dr Forrest mengatakan dia juga telah menulis surat terbuka kepada bos Facebook Mark Zuckerberg pada November 2019, mendesaknya untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
“Saya prihatin dengan orang Australia yang tidak bersalah yang ditipu melalui iklan clickbait di media sosial,” kata pengusaha pertambangan itu dalam sebuah pernyataan hari Kamis (3/2/2022).
“Saya bertindak di sini untuk rakyat Australia, tetapi hal ini terjadi di seluruh dunia.”
Kasus ini akan disidangkan di Magistrates Court of Western Australia mulai 28 Maret. Jika berhasil, Facebook bisa menghadapi denda atau dipaksa untuk mengubah kebijakan periklanannya, lansir BBC.
Dr Forrest juga telah mengajukan gugatan perdata di negara bagian California, AS, di mana kantor pusat Facebook berada.
Dalam gugatan itu, dia menuduh bahwa Facebook “secara sadar mengambil untung dari siklus iklan ilegal tersebut”, lapor surat kabar The Australian.
Seorang korban di Australia telah kehilangan $670.000 (£495.000; A$940.000) karena endorsement palsu yang menampilkan Dr Forrest, kata surat kabar itu mengutip dokumen pengadilan.
Tanpa menyebut kasus Dr Forrest, dalam sebuah pernyataan kepada media, Meta sebagai pemilik media sosial tersebut mengatakan bahwa iklan scam melanggar kebijakannya.
“Kami mengambil pendekatan multifaset untuk menghentikan iklan ini, kami bekerja tidak hanya untuk mendeteksi dan menolak iklan itu sendiri tetapi juga memblokir pengiklan dari layanan kami dan, dalam beberapa kasus, mengambil langkah hukum untuk menegakkan kebijakan kami,” kata perwakilan Meta.*