Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Komandan Pertama Guantanamo Minta Penjara Itu Ditutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Januari 2014 09:08 9:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Januari 2014 09:08
Bagikan
Lehnert (kiri) menyambut kedatangan Menlu Donald Rumsfeld di Guantanamo tahun 2002.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam peringatan 12 tahun kedatangan tahanan pertama di penjara milik Amerika Serikat di Guantanamo, jenderal pertama yang mengepalainya mengatakan penjara itu harus ditutup, lansir The Guardian (11/1/2014).

Dalam pernyataan yang dirilis Human Rights First, Mayjen Michael Lehnert mengatakan, “Sementera ada alasan-alasan operasional yang menarik untuk mendirikan penjara Guantanamo di awal-awal perang [Iraq dan Afghanistan], kita menyia-nyiakan niat baik internasional dan menghilangkan kesempatan dengan tidak mengikuti Konvensi Jenewa dan aturan hukum kita sendiri. Keputusan-keputusan itu yang menyebabkan Guantanamo menjadi beban.”

Bulan Mei tahun lalu, dalam pidato besarnya di National Defense University Presiden Barack Obama berjanji akan menutup penjara itu.Tetapi kenyataannya, sampai sekarang penjara itu masih eksis bahkan masih mengurung 155 orang yang mana 76 orang di antaranya sebenarnya sudah dinyatakan bebas dari dakwaan terorisme.

“Konstitusi tidak sebatas permukaan air,” kata Lehnert. “Kita dapat mengalahkan terorisme hanya jika kita melakukannya dengan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Guantanamo tidak melayani kepentingan Amerika. Sepanjang penjara itu masih dibuka, maka itu akan merendahkan keamanan dan status Amerika sebagai sebuah negeri di mana HAM dan hukum dijunjung tinggi.”

Menambahkan pernyataan Lehnert, Dixon Osburn dari Human Rights First mengatakan, “Amerika Serikat memiliki kewajiban hukum menemukan cara yang benar menurut hukum untuk membebaskan seluruh tahanan perang, ketika perang di Afghanistan berakhir tahun ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Osburn menambahkan, pemerintah Amerika harus mempercepat proses administrasi pembebasan tahanan dan memastikan jaminan keamanan dari negara-negara yang akan menampung para tahanan itu setelah dibebaskan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Obama, Bush, Clinton Berduka Sharon Wafat, Amerika Janji Setia Mendampingi Israel
Tulisan selanjutnya Tak Ada Air Mata Palestina untuk Ariel Sharon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS

Berita
30 Oktober 2026 10:49
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?