Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obesitas Mengancam Kesiapan Militer Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Mei 2022 10:07 10:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Mei 2022 10:07
Bagikan
Pasukan Marinir Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com– Obesitas merupakan ancaman serius bagi kesiapan militer AS, kata tim ahli gizi memperingatkan dalam sebuah laporan hasil studi terbaru.

Diterbitkan di Journal of Nutrition Education and Behavior, peneliti dari University of Kentucky College of Medicine pakan lalu merilis sebuah penelitian yang menguraikan konsekuensi dari peningkatan tingkat obesitas di Amerika Serikat dan bagaimana hal itu dapat berdampak pada kesiapan militernya.

“Ini adalah masalah kompleks yang memiliki dampak mendalam pada keamanan nasional dengan membatasi jumlah rekrutan yang tersedia, menurunkan jumlah pendaftaran ulang, dan berpotensi mengurangi kesiapan penugasan,” kata salah satu penulis laporan Sara Police, Ph.D, dari Department of Pharmacology and Nutritional Sciences di universitas tersebut, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Alarabiya Ahad (8/5/2022).

“Di samping itu, isu-isu yang relevan termasuk perubahan demografi militer dan kerawanan pangan di kalangan keluarga militer,” imbuhnya.

Korelasi antara kesehatan masyarakat AS dan keamanan nasional pertama kali diidentifikasi pada tahun 1946, ketika National School Lunch Program disahkan untuk mengatasi kekurangan gizi di kalangan rekrutan militer Perang Dunia Dua. Pada saat itu, kebiasaan makan masyarakat negeri itu ditandai dengan asupan kalori yang terbatas per hari disebabkan persediaan pasokan makanan AS terdampak perang. Menurut rilis media universitas tersebut, pengayaan kalori yang dramatis dan peningkatan ukuran porsi, di antara faktor-faktor lain, diperkenalkan ke dalam program pasokan makanan AS untuk mempromosikan penambahan berat badan masyarakat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak tahun 1960, tingkat rekrutmen militer yang memenuhi syarat yang memiliki lemak tubuh melebihi standar jumlahnya berlipat ganda untuk pria dan tiga kali lipat untuk wanita. Hal ini mendorong para pemimpin militer untuk menyerukan perubahan nutrisi dan pola makan, termasuk pengenalan pilihan menu yang lebih terjangkau dan lebih sehat di sekolah-sekolah dan pendidikan gizi di lingkungan angkatan bersenjata.

“Sersan-sersan pelatih adalah pemimpin esensial dan penting dalam angkatan bersenjata untuk pembinaan, konseling, pendampingan, dan pelatihan tentara baru. Perspektif ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang menggambarkan bahwa informasi nutrisi yang akurat dan pemodelan perilaku dapat sangat mempengaruhi rekrutan,” papar Police.

“Pemimpin lain, termasuk komandan dan bintara, juga memainkan peran penting dalam penyebaran informasi dan model perilaku dan dapat berdampak berkelanjutan pada prajurit hingga di luar masa pelatihan dasar,” kata Nicole Ruppert salah satu penulis laporan itu.

Resimen pelatihan dasar pada masa ini terdiri dari lebih banyak wanita dan orang-orang dari kelompok ras/etnis minoritas (non-kulit putih), kata pernyataan itu. Kelompok itulah yang cenderung mengalami tingkat obesitas dan kerawanan pangan yang lebih tinggi.

“Akses yang tidak dapat diandalkan ke makanan sehat dapat menyebabkan obesitas serta kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya, yang selanjutnya akan mengancam retensi militer dan kesiapan penugasan,” tulis pernyataan itu.

“Terlepas dari upaya pemerintah AS dan Departemen Pertahanan, obesitas terus berdampak pada militer dan risikonya terhadap keamanan nasional sangat besar,” kata Police.

Sekitar 40 persen orang dewasa dan 18 persen anak-anak di AS menderita obesitas, kata penelitian tersebut, mengutip temuan National Center for Health Statistics dari tahun 2016.

Menurut IBISWorld, penerbit informasi industri terbesar di dunia, antara 2017 dan 2022 tingkat obesitas orang dewasa di AS tumbuh sebesar 1,8 persen setiap tahun menjadi sekitar 33 dari 100 orang menderita obesitas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatgiziKesiapanmiliternutrisiobesitaspola makan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Hari Pendirian Negara Penjajah ‘Israel’ 14 Mei, MUI Imbau Umat Islam Baca Qunut Nazilah
Tulisan selanjutnya raja salman rumah sakit Raja Salman Masuk Rumah Sakit, Ada Apa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?