Hidayatullah.com– Perdana Menteri Jacinda Ardern sempat dipuji karena berhasil menekan angka infeksi coronavirus di New Zealand. Namun, sekarang dia dinyatakan positif Covid-19 sementara virus terus merambah ke seluruh negerinya.
Hanya beberapa hari setelah mengumumkan relaksasi terhadap kontrol ketat perbatasan negaranya, PM Ardern menampakkan gejala Covid-19 pada hari Jumat malam (13/5/2022) dan hasil tes yang dijalaninya menunjukkan positif. Pemeriksaan itu kemudian dikonfirmasi dengan tes antigen cepat pada Sabtu pagi yang juga menunjukkan hasil serupa, kata kantornya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian. Gejala yang dialaminya tidak parah.
Kekasih dan ayah dari putrinya, Clarke Gayford, dinyatakan positif Ahad pekan lalu dan Ardern telah menjalani karantina sejak saat itu.
Ibu satu anak itu harus menjalani isolasi sampai Sabtu pagi 21 Mei, dan tidak akan hadir di parlemen dalam pekan mendatang ketika pemerintahannya dijadwalkan akan memaparkan rencana pengurangan emisi pada hari Senin dan menjelaskan perihal anggaran negara pada hari Kamis.
Ardern akan menjalani tugasnya dari jarak jauh, sementara tugas harian seperti konferensi pers rutin setiap Senin akan ditangani oleh wakilnya, Grant Robertson.
Ardern mengaku sedih tidak dapat menghadiri langsung rapat penting di parlemen pekan depan.
“Rencana pengurangan emisi kita akan menetapkan jalan untuk mencapai tujuan nol emisi karbon dan anggaran akan membahas masa depan jangka panjang dan keamanan sistem kesehatan Selandia Baru.
“Namun, seperti yang saya katakan di awal pekan ini, isolasi Covid-19 adalah pengalaman yang sangat Kiwi tahun ini dan keluarga saya tidak berbeda,” kata Ardern, menegaskan bahwa dirinya dan keluarganya sama seperti warga New Zealand kebanyakan yang harus menjalani isolasi apabila positif Covid-19.*