Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Mohammed bin Zayed Al Nahyan Disepakati Menjadi Presiden Baru Uni Emirat Arab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Mei 2022 23:23 11:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2022 19:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para penguasa negeri-negeri yang tergabung dalam Uni Emirat Arab, hari Sabtu (14/5/2022), mengumumkan bahwa mereka secara bulat sepakat untuk menunjuk Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebagai presiden negara di Semenanjung Arab itu.

Dilansir Associated Press, kantor berita resmi WAM melaporkan bahwa para penguasa tujuh  keemiran yang ada di UEA mengambil keputusan tersebut dalam pertemuan yang digelar di Istana Al Mushrif Palace di Abu Dhabi.

Pertemuan digelar menyusul kematian Presiden Khalifa bin Zayed Al Nahyan pada hari Jumat dalam usia 73 tahun. 

Sejak Uni Emirat Arab resmi terbentuk dan menjadi negara berdaulat pada 1971, baru tiga kali negara itu memilih presiden.

Khalifa bin Zayed Al Nahyan mengambil alih kekuasaan ketika Zayed bin Sultan Al Nahyan wafat pada tahun 2004. Sekarang adiknya dari lain ibu, Mohammed bin Zayed Al Nahyan ditunjuk untuk menggantikan abangnya sebagai presiden.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Kami mengucapkan selamat kepadanya, dan kami berjanji setia kepadanya, dan rakyat kami berjanji setia kepadanya,” kata penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, lewat Twitter usai pertemuan itu. “Seluruh negari akan dipimpin olehnya untuk membawanya ke jalan kemuliaan dan kehormatan, insya Allah,” imbuhnya.

Uni Emirat Arab memberlakukan masa berkabung tiga hari. Selama itu, kantor dan kegiatan bisnis dihentikan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Syaikh Khalifa. Papan reklame elektronik di negara itu semuanya menunjukkan gambar mendiang presiden dan penguasa Dubai itu, dan sejak Jumat malam bendera dikibarkan setengah tiang.

Syaikh Mohammed, 61, telah berperan sebagai presiden de facto UEA sejak 2014, ketika abangnya dari ibu berbeda itu mengalami stroke dan tidak lagi tampil di muka publik.

Di bawah kepemimpinannya, UEA bersama Arab Saudi menunjukkan kekuatan militer negara mereka dengan menghadapi kelompok pemberontak Syiah Houthi, di negara tetangga Yaman, yang juga mengancam keamanan kedua negara kaya Arab tersebut.

Namun, di bawah kepemimpinan Syaikh Mohammed pula UEA berusaha memperbaiki hubungan dengan Iran dan Turki.

“Transisi kekuasaan yang mulus di UEA mencerminkan ketenangan kerja institusional dan mekanisme tata kelola tingkat lanjut serta stabilitas negara,” kata diplomat senior UEA Anwar Gargash.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifa bin Zayed Al NahyanMohammed bin Zayed Al NahyanpresidenUEAUni Emirat Arabwafat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sempat Dipuji Berhasil Tangani Pandemi, PM New Zealand Positif  Covid-19
Tulisan selanjutnya Lengkapi dengan Puasa, Sempurnakan dengan Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?