Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kesepakatan Ekspor Bahan Pangan Ukraina Baru Ditandatangani, Rusia Serang Pelabuhan Odesa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2022 19:56 7:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2022 19:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Rudal-rudal Rusia menghantam pelabuhan Ukraina di Odesa di Laut Hitam hanya beberapa jam kesepakatan antara Moskow dan Kyiv perihal ekspor bahan pangan Ukraina ke luar negeri ditandatangani.

Dilansir Associated Press Sabtu (23/7/2022), dua rudal jelajah Kalibr Rusia menghantam infrastruktur pelabuhan dan pertahanan udara Ukraina berhasil menjatuhkan dua lainnya, kata pusat komando militer bagian selatan Ukraina. Tidak dijelaskan apakah serangan Rusia itu menyebabkan kerusakan atau merenggut nyawa manusia.

“Butuh waktu kurang dari 24 jam bagi Rusia untuk meluncurkan serangan rudal ke pelabuhan Odesa, melanggar janjinya dan merusak komitmennya di hadapan PBB dan Turki yang dibuat dalam perjanjian di Istanbul,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nicolenko. “Apabila janji itu tidak terpenuhi, Rusia akan bertanggung jawab penuh atas krisis pangan global.”

Kantor Sekjen PBB Antonio Guterres mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Sekjen PBB “dengan tegas mengutuk” serangan itu.

“Kemarin, semua pihak membuat komitmen yang jelas di panggung global untuk memastikan pergerakan aman biji-bijian Ukraina dan produk terkait ke pasar global,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan. “Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global dan meringankan penderitaan jutaan orang yang membutuhkannya di seluruh dunia. Implementasi penuh [kesepakatan itu] oleh Federasi Rusia, Ukraina dan Turki merupakan suatu keharusan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat upacara penandatanganan hari Jumat di Istanbul, Guterres memuji kesepakatan untuk membuka pelabuhan Ukraina di Odesa, Chernomorsk dan Yuzhny untuk ekspor makanan komersial sebagai “suar harapan, suar peluang, suar bantuan di dunia yang membutuhkannya lebih dari sebelumnya.”

Perjanjian tersebut dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pengiriman jutaan ton produk pertanian Ukraina dan beberapa ekspor bahan pangan dan pupuk Rusia yang tertahan oleh perang. Ukraina adalah salah satu pengekspor gandum, jagung, dan minyak bunga matahari terbesar di dunia, tetapi invasi Rusia ke negara itu dan blokade laut di pelabuhannya menghentikan pengiriman bahan makanan itu ke berbagai benua.

Dokumen yang diperoleh Associated Press menunjukkan kesepakatan itu mendorong pembentukan pusat koordinasi bersama yang dipimpin PBB di Istanbul, di mana pejabat dari Ukraina, Rusia, Turki akan mengawasi penjadwalan dan pemeriksaan kapal-kapal kargo pembawa jutaan ton bahan pangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bahan PangangandumOdesapelabuhanrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria China Pembakar Istri Saat Live di TikTok Dieksekusi
Tulisan selanjutnya Ratusan Pemotor Bersenjata Bunuh Belasan Orang Termasuk Polisi Nigeria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?