Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Badan Amal Inggris Dikecam setelah Menawarkan Tur Menginap di Pemukiman Haram di Tanah Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2022 11:18 11:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Agustus 2022 12:45
Bagikan
Pemukiman haram Israel di Tepi Barat
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah dana amal Inggris mendapat kecaman setelah menawarkan jasa tur perjanalan dengan konpensasi menginap semalam di pemukiman haram milik Palestina yang dicaplok ‘Israel’. Badan ini menawarkan kepada peserta dalam tur untuk tinggal di pemukiman ilegal di Tepi Barat.

The United Jewish ‘Israel’ Appeal (UJIA), merupakan badan amal terdaftar, adalah sponsor Inggris terkemuka menawarkan “program pengalaman ‘Israel’”. Dimana mengklaim sedang menawarkan sedikit wawasan tentang dominasi dan penaklukan ‘Israel’ yang sedang berlangsung terhadap non-Yahudi di wilayah yang dikendalikan oleh Negara Apartheid tersebut.

Reaksi tersebut menyusul pengungkapan oleh Jewish News bahwa dua peserta dalam tur itu berhenti bulan lalu setelah diberitahu bahwa mereka diperkirakan akan menghabiskan beberapa malam di Almog, sebuah pemukiman ilegal Tepi Barat di dekat Laut Mati. Belakangan diketahui, remaja lain juga keberatan ditempatkan di permukiman ilegal.

Pekan lalu, sekelompok aktivis gerakan pemuda Zionis Inggris menyusun surat protes atas keputusan membawa peserta perjalanan ‘Israel’ untuk menginap di Tepi Barat. “Pemerintah Inggris menganggap permukiman ‘Israel’ ilegal menurut hukum internasional, hambatan bagi perdamaian dan ancaman bagi solusi dua negara,” bunyi surat itu dikutip Middle East Monitor (MEMO).

“Mengirim program berbasis Inggris ke pemukiman di Wilayah Pendudukan Palestina bertentangan dengan prinsip dan nilai yang kami ajarkan dalam gerakan pemuda kami. Ini tidak hanya mengubah pendidikan kami yang bernuansa tentang ‘Israel’ dan konflik, tetapi pada akhirnya memaksa kami untuk terlibat dalam sistem yang pada dasarnya tidak kami setujui. Dukungan kami untuk ‘Israel’ tidak termasuk dukungan untuk pendudukan dan perusahaan pemukiman,” tulisnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Surat itu, yang juga dikirim ke badan amal UJIA. “Kami ingin memastikan program kami di masa depan tidak berisiko dikirim untuk tinggal di pemukiman. Untuk itu, kami meminta Anda secara terbuka mengklarifikasi posisi Anda dan berkomitmen untuk tidak melakukannya. membawa grup tur Inggris masa depan untuk tinggal di pemukiman ‘Israel’ di luar Garis Hijau,” demikian protesnya.

UJIA telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas masalah tersebut. Sebuah badan amal yang juga menangani semua perjalanan Hak Kelahiran dari Inggris.

Dalam laporan keuangan terbarunya, ia mencatat bahwa semua dana yang dialokasikan “dibatasi untuk proyek-proyek di dalam perbatasan ‘Israel’ yang diakui secara internasional,” yang merupakan wilayah dalam Garis Hijau 1967. Dalam sebuah pernyataan yang dikirim media Haaretz, juru bicara UJIA mengatakan masalah ini adalah sangat sensitive.

“Kami memahami bahwa ini adalah masalah sensitif dan memecah belah dan menganggapnya sangat serius.” Selain penyelidikan, juru bicara mengatakan bahwa organisasi itu “melakukan tinjauan menyeluruh dan cepat terhadap kebijakan dan prosedur kami yang ada terkait dengan masalah ini, mencari saran yang relevan dan bekerja sama dengan organisasi mitra kami.”

Tidak jelas apakah Komisi Amal Inggris juga akan meluncurkan penyelidikan pada UJIA. Menurut hokum di Inggris, badan amal terdaftar tidak diizinkan untuk mengumpulkan uang atau melaksanakan proyek yang dianggap politis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinapemukiman harampemukiman ilegal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tawakal
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Biaya Pendidikan Biaya Pendidikan Semakin Mahal, Muhammadiyah Ajak Pemerintah Pikirkan Solusinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?