Hidayatullah.com—Puluhan wanita di Afrika Selatan yang dinyatakan positif HIV dipaksa melakukan sterilisasi kandungan sebelum melahirkan bayinya. Demikian terungkap dalam sebuah penyelidikan resmi.
Sejumlah rumah sakit milik pemerintah menlanggar martabat wanita dan memaksa mereka untuk menjalani proses sterilisasi yang tidak manusiawi dan bahkan seperti penyiksaan, kata Commission for Gender Equality ketika merilis hasil temuannya.
Komisi itu menuntaskan investigasi yang berlangsung selama 5 tahun atas 48 kasus yang disodorkan kepadanya oleh dua kelompok peduli hak-hak sipil, lapor Reuters seperti dilansir BBC Selasa (25/2/2020).
Komisi mendapati ada dokter-dokter di sejumlah rumah sakit pemerintah mensterilisasi wanita yang akan menjalani operasi Caesar, mengatakan kepada pasien bahwa pengidap HIV seharusnya tidak memiliki anak dan berisiko meninggal apabila mereka memiliki anak lagi.
Dalam beberapa kasus, para wanita pengidap HIV disodorkan formulir persetujuan sterilisasi ketika sakit menjelang persalinan dan mereka diberitahu tidak akan mendapatkan bantuan medis apabila tidak menandatangani formulir itu.
Komisi menambahkan bahwa sulit untuk membuat kesimpulan hasil investigasi, karena file-file pasien sudah “dihilangkan” dari rumah sakit.
Ketua komisi tersebut Tamara Mathebula mengatakan tidak jelas seberapa meluasnya masalah itu di Afrika Selaran. “Namun, kami berharap bahwa rekomendasi dari hasil investigasi kami apan membuka penutup dari masalah ini yang belum diketahui secara menyeluruh.”
Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize meminta pertemuan mendesak dengan Mathebula guna membahas masalah tersebut, kata pihak kementerian seperti dikutip Reuters.*