Hidayatullah.com– Setelah perselisihan di kalangan koalisi mengenai tenaga nuklir, Kanselir Jerman Olaf Scholz memutuskan bahwa ketiga pembangkit tersebut harus beroperasi sepanjang musim dingin mendatang.
Olaf Scholz, hari Senin (17/10/2022), memerintahkan tiga pembangkit nuklir Jerman yang tersisa untuk tetap beroperasi hingga April 2023 untuk menangkis kemungkinan krisis energi, lapor DW.
Terjadi ketidaksepakatan dalam koalisi pemerintahan mengenai umur pembangkit listrik tenaga nuklir, kapan reaktornya dipensiunkan.
Namun, Wakil Kanselir dan Menteri Perekonomian Robert Habeck dari Partai Hijau pada hari Senin mengatakan dia menerima kenyataan bahwa Scholz berketetapan untuk mengambil keputusan itu.
Kanselir Scholz meminta Kementerian Ekonomi, Lingkungan dan Keuangan untuk membuat dasar hukum agar ketiga pembangkit nuklir tersebut tetap dapat beroperasi.
“Dasar hukumnya akan dibuat untuk memungkinkan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir Isar 2, Neckarwestheim 2 dan Emsland melampaui 31 Desember 2022, sampai 15 April 2023,” kata Scholz dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan listrik terbesar di Jerman, RWE, menyusul pengumuman oleh Scholz mengatakan bahwa pihaknya akan segera memulai persiapan untuk memperpanjang masa operasi pembangkit listrik Emsland sampai April 2023.
Operator pembangkit nuklir Neckarwestheim 2 di Baden-Wurttemberg, EnBW, memperingatkan agar pemerintah sesegera mungkin membuat dasar hukumnya sebelum akhir Desember 2022.
E.ON, yang mengelola Isar 2 di negara bagian Bavaria, pada bulan September mengatakan siap untuk melanjutkan operasi setelah dilakukan perbaikan menyeluruh pada katup-katup tekanan.
Jerman berencana untuk menutup semua pembangkit listrik tenaga nuklir pada akhir 2022. Namun, peperangan Rusia di Ukraina memaksa Jerman untuk menunda pensiun tiga reaktor nuklir yang tersisa, menyusul krisis energi akibat penghentian aliran gas dari Rusia yang selama ini diandalkan. Tahun lalu saja Jerman mendapat 55% gasnya dari Rusia, tetapi di musim panas tahun ini turun menjadi 35% dan terus semakin menurun.
Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke berjanji bahwa Jerman akan tetap pada rencana penghentian pembangkit nuklirnya pada akhir April 2023.
“Tidak akan ada perpanjangan dan tidak ada batang bahan bakar baru,” kata politisi Partai Hijau itu di Twitter menyusul pengumuman Scholz.
Penghapusan pembangkit listrik nuklir Jerman dimulai pada tahun 2000 di bawah pemerintahan koalisi SPD-Green, yang menutup sejumlah pembangkit.
Bertahun-tahun kemudian, di bawah kepemimpinan Kanselir Angela Merkel dari partai konservatif CDU, Jerman memutuskan untuk menutup pembangkit nuklirnya yang tersisa setelah bencana nuklir Fukushima di Jepang yang dipicu oleh gempa besar dan tsunami.*