Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiket Transportasi Umum Naik dari €9 ke €49 Warga Jerman Menjerit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2022 18:48 6:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2022 18:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Jerman berencana mengganti tiket transportasi umum €9 per bulan yang sukses menarik banyak minat masyarakat dengan harga baru €49. Akibatnya, masyarakat pun menjerit.

Tiket €9 (sekitar £7,80 atau sekitar 138.500 rupiah) diperkenalkan sebagai eksperimen selama musim panas dalam upaya menarik orang untuk menggunakan transportasi umum dan membantu melawan kenaikan inflasi.

Keputusan tentang Tiket Deutschland baru itu dibuat setelah pertemuan antara pemerintah federal dan pimpinan 16 negara bagian Jerman untuk menentukan siapa yang harus menanggung biaya subsidi, lapor The Guardian Kamis (3/11/2022).

Para pakar transportasi menyambut baik kenaikan tersebut, karena dipandang wajar mengingat di seluruh dunia biaya transportasi juga naik.

Akan tetapi, kalangan pekerja sosial dan bantuan kemanusiaan kebijakan baru justru tidak akan dapat dijangkau oleh jutaan masyarakat di Jerman, terutama mereka yang harus pergi bekerja dengan menggunakan transportasi umum dan gajinya terbatas. Mengingat biaya hidup sekarang ini semakin mahal dari hari ke hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para aktivis lingkungan juga mengkhawatirkan tarif baru justru akan mengurangi jumlah pengguna transportasi umum, mendorong orang kembali menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil yang berkontribusi terhadap masalah perubahan iklim dan pemanasan global.

Michaela Engelmeier, ketua asosiasi sosial Jerman yang merupakan sebuah kelompok lobi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik keputusan tersebut, tetapi pada saat yang sama meyakini banyak orang yang tidak sanggup membayar €49 (sekitar 754.448 rupiah) per bulan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar tarif €365 per tahun disetujui.

Setelah tiket €9 habis masa berlakunya, setiap wilayah negara bagian dipersilahkan menguji coba tarif baru tersebut atau tidak. Berlin sendiri awalnya berinisiatif untuk bergerak sendiri dengan mematok tarif €29, yang bisa dibeli secara berlangganan mulai Oktober dan seterusnya, tetapi hanya berlaku untuk seputar wilayah Berlin sampai akhir Maret.

Tiket baru ini diperkirakan menelan biaya sekitar €3 miliar dalam bentuk subsidi pembayar pajak, dan akan dibagi rata antara pemerintah federal dan negara bagian. Kebijakan ini bisa diberlakukan pada awal Januari.

Stefan Carsten, seorang ahli geografi perkotaan dan futurolog yang menyusun laporan mobilitas tahunan untuk sebuah thinktank di Berlin, memandang harga tiket baru sebagai langkah ke arah yang benar tetapi mengatakan keputusan itu banyak cacatnya.

“Kits setidaknya sedang menuju sistem transportasi berkelanjutan, sosial dan inklusif. Ada beberapa domino di Eropa yang sudah jatuh ke arah itu, seperti di Luxembourg di mana transportasi umum sekarang gratis,” katanya kepada Der Spiegel.

“Di Luxembourg, “tiket gratis” bagaikan buah ceri di atas cake. Namun di Jerman, kita bahkan tidak punya cakenya. Untuk memiliki sistem transportasi yang menarik, kita perlu memikirkan kembali perihal transportasi di daerah-daerah pedesaan dan pinggiran kota.”

Pemerintah seharusnya memikirkan untuk mengkombinasikan segala macam bentuk transportasi, termasuk layanan car pooling dan mengizinkan sepeda dibawa ke atas kereta.

Sementara itu, kalangan warga pengguna sepeda sebagai alat transportasi harian mengaku kerap tidak diajak berunding. ADFC, kelompok lobi yang mewakili kepentingan pengendara sepeda, menginginkan sepeda diizinkan naik kereta api secara gratis sebagai bagian dari harga tiket perjalanan, daripada orang harus membayar biaya tambahan untuk sepeda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermankeretasepedatransportasi umum
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Piala Dunia 2022, Pemuda Qatar Ajak Penggemar Sepak Bola untuk Kibarkan Bendera Palestina
Tulisan selanjutnya Staf di China Bisa Akses Data Pengguna TikTok di Inggris dan Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

Berita
2 Juli 2026 21:00
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Terbaru

  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?