Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Roti Baguette Masuk Daftar Warisan Budaya Unesco

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Desember 2022 11:33 11:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2022 11:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Baguette, “roti Prancis” berbentuk panjang yang konon diproduksi sebanyak 16 juta sehari, telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) oleh Unesco.

Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengumumkan telah menambahkan “pengetahuan artisanal dan budaya roti baguette” ke dalam daftar bersama 600 item lainnya, seperti pembuatan teh tradisional di Tiongkok dan tarian topeng Korea yang dikenal sebagai “talchum” – keduanya juga dimasukkan ke dalam daftar untuk pertama kalinya pada tahun 2022.

“Baguette adalah ritual harian, bagian dari penataan makanan, identik dengan berbagi dan keramahtamahan,” kata pimpinan Unesco Audrey Asoulay.

“Penting agar keterampilan dan kebiasaan sosial ini terus ada di masa depan,” imbuhnya.

Asal muasal baguette tidak diketahui secara pasti, sebagian bercerita bahwa roti itu dipesan oleh Napoleon karena akan lebih mudah dibawa oleh tentara, sementara lainnya mengatakan roti itu muncul setelah era Napoleon di Paris – sebagai roti yang mudah dirobek dan dibagikan di kalangan para pekerja tanpa perlu menggunakan pisau. Sebagian lain memuji bentuk unik roti itu sebagai karya seorang pembuat roti Austria pada tahun 1830-an.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, baguette yang sekarang kita kenal baru resmi dinamai sekitar 100 tahun silam, di tahun 1920. Kala itu ditetapkan syarat dan aturan agar roti bisa disebut baguette, dengan ukuran standar panjang 80cm (30in) dan berat 250g (8oz). Bahkan baguette diberi patokan harga tetap hingga tahun 1986.

Pada pertengahan abad ke-20, baguette telah merambah ke banyak negara. Namun, sejak 1970 sebanyak 400 toko roti artisanal tutup setiap tahun, dengan jumlah total di seluruh Prancis turun dari 55.000 menjadi 35.000 saat ini, menurut kantor berita AFP.

Meskipun demikian, baguette tetap menjadi identitas penting Prancis.

Bagi para pembuat roti artisanal yang tetap berdedikasi pada roti panjang itu, kabar hari Rabu (30/11/2022) itu merupakan pengakuan atas keahlian yang telah mereka sempurnakan.

“Baguette terbuat dari tepung, air, garam, ragi – dan keahlian para pengrajin,” kata Dominique Anract, presiden federasi pembuat roti, dalam sebuah rilis pers.

Pembuat roti di Paris Priscilla Hayertz mengakui kepada AFP bahwa roti itu merupakan “produk dasar”, tetapi “melingkupi semua kategori sosial-budaya, apakah Anda kaya, miskin… tidak masalah, semua orang makan baguette”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baguetteParisPrancisrotiUnescowarisan budaya tak benda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedikitnya 19 Pelajar Gugur, 24 Luka dalam Ledakan di Afghanistan Utara
Tulisan selanjutnya Lima Korban Gempa Cianjur Alami Gangguan Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?