Hidayatullah.com– Aparat Iran hari Sabtu (17/12/2022) menangkap seorang aktris ternama karena menyuarakan dukungannya terhadap aksi protes menyusul kematian Mahsa Amini di tangan polisi moral.
Taraneh Alidoosti, 38, ditahan karena “menerbitkan konten palsu dan terdistorsi serta menyulut terjadinya kekacauan,” lapor kantor berita Tasnim seperti dilansir AFP.
Wanita seniman peran itu terkenal di mancanegara karena perannya dalam film peraih Oscar 2016 “The Salesman.” Dia sudah banyak tampil di layar bioskop di Iran sejak remaja. Baru-baru ini film “Leila’s Brothers” yang dibintanginya ditayangkan di Festival Film Cannes.
Komentar terbaru Alidoosti di media sosial adalah pada 8 Desember, hari yang sama ketika Mohsen Shekari, 23, menjadi orang pertama yang dieksekusi oleh pihak berwenang karena mengikuti aksi-aksi protes menentang pemerintah.
“Sikap diam kalian berarti dukungan terhadap penindasan dan si penindas,” bunyi teks pada gambar yang dibagikan Alidoosti di akun Instagram-nya.
“Setiap organisasi internasional yang menyaksikan pertumpahan darah ini dan tidak mengambil tindakan, merupakan aib bagi kemanusiaan,” tulis Alidoosti dalam salah satu unggahannya.
Pada 9 November, dia mengunggah foto dirinya yang tidak mengenakan kerudung, memegang kertas bertuliskan “Wanita, kehidupan, kebebasan” kata-kata dalam bahasa Kurdi yang sering diteriakkan oleh para pengunjuk rasa yang memprotes kekerasan aparat sehingga menewaskan gadis Kurdi berusia 22 tahun, Mahsa Amini.
Mohsen Shekari dan Majidreza Rahnavard – keduanya berusia 23 tahun – dihukum mati di tiang gantungan karena mengikuti demonstrasi anti-rezim. Sembilan orang lainnya yang ditangkap sehubungan dengan kerusuhan tersebut juga telah dijatuhi hukuman mati dan menunggu giliran eksekusi.
Ribuan orang telah ditahan sejak aksi protes merebak dan 400 orang telah menerima hukuman penjara hingga 10 tahun karena keterlibatan mereka dalam kerusuhan, kata pengadilan Iran hari Selasa. Rezim Syiah Teheran menyebut aksi protes sebagai kerusuhan.*