Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Operasikan Penjara Rahasia Dekat Kabul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2005 04:56
Bagikan
Bagikan

Senin, 19 Desember 2005
  

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

 

Hidayatullah.com–Para pejabat AS mengoperasikan sebuah penjara rahasia dekat Kabul, tempat para tahanan diperlakukan dengan kejam dan disiksa pada tahun 2004, kata kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW), Senin, mengutip para mantan tahanan sebagai sumber-sumbernya.

Delapan tahanan yang pernah ditahan di penjara itu karena diduga terlibat aksi teror dan kini ditahan di pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, menyatakan kepada para jaksa mereka bagaimana mereka ditahan di sebuah lokasi dekat Kabul yang mereka sebut "Penjara Gelap" atau "Penjara Kegelapan", kata kelompok itu, seperti dilaporkan AFP.

Para saksimata itu, yang ditahan antara 2003 dan 2004, mengungkapkan mereka dirantai ke dinding, mereka tidak diberi makanan dan air minum, dan tetap dalam kegelapan total dengan suara musik metal yang keras atau suara lainnya yang memekakkan telinga selama berminggu-minggu pada satu ketika, kata pernyataan itu.

Para intelijen AS dan penjaga-penjaga AS dan Afghanistan tidak mengenakan seragam di lokasi itu, yang diduga penjara itu mungkin dioperasikan oleh personel Badan Intelijen Pusat (CIA) AS, kata HRW.

Para tahanan itu menyatakan pemeriksa-pemeriksa AS menempeleng atau memukul mereka selama pemeriksaan, kata laporan tersebut. Mereka menyebutkan bahwa mereka ditahan dalam keadaan gelap gulita selama berminggu-minggu , dirantai ke dinding el-sel mereka dengan musik suara keras atau suara-suara lain yang dibunyikan secara terus menerus.

Kelompok hak asasi manusia itu menegaskan sejumlah tahanan mengatakan mereka dirantai yang membuat mereka tidak mungkin merebahkan diriatau tidur dan menyebabkan tangan dan pergelangan tangan mereka bengkak atau memar.

Para tahanan itu mengatakan mereka tidak mendapat makanan selama beberapa hari pada suatu ketika, dan hanya diberi air minum yang kotor, kata laporan itu.

"Pemerintah AS harus memberikan penjelasan mengenai penjara gelap Kabul itu," kata John Sifton, periset terorisme dan kontraterorisme HRW.

 "Tidak satu orangpun, tidak peduli kejahatan apapun yang mereka lakukan, dapat diadili di penjara-penjara rahasia atau dijadikan sasaran penganiayaan."

Para tahanan itu mengatakan mereka ditahan secara rahasia dan tidak pernah dikunjungi oleh anggota Komite Palang Merah Internasional atau wakil-wakil independen lainnya.

Human Rights Watch mengaku pihaknya tidak dapat mewawancarai para tahanan itu secara langsung, karena AS tidak mengizinkan organisasi-organsiasi hak asasi manusia mengunjungi Guantanamo atau tempat tahanan lainnya di luar negeri. (ant/cha) 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Human Rights Minta Thailand Hentikan Daftar Hitam Warga Muslim
Tulisan selanjutnya Gerakan Feminisme Kembali ke ‘Sunnatullah’?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?