Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penghuni Penjara di Prancis Kebanyakan Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 November 2014 09:26 9:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 November 2014 09:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masalah integrasi imigran Muslim ke dalam masyarakat Prancis kembali mencuat, setelah terungkap pekan ini bahwa 60 persen penghuni penjara di negara mode itu berlatar belakang agama atau budaya Muslim.

Mathieu Guidere –seorang profesor Prancis yang dikenal sebagai parkar Islam, radikalisasi dan terorisme– kepada Al-Arabiya mengatakan bahwa jumlah mengkhawatirkan dari narapidana Muslim di Prancis merupakan konsekuensi langsung dari kegagalan integrasi kaum minoritas.

Sekitar 40.000 Muslim yang mendekam dalam penjara-penjara di Prancis mencerminkan perpecahan sosial pesisten antara Muslim dengan warga Prancis lainnya, kata Guidere.

Sejumlah analis lain menuding masalah ekonomi sebagai penyebabnya.

“Narapidana Muslim di Prancis biasanya pengangguran dan tinggal di daerah-daerah pinggiran yang paling miskin,” kata Raphael Liogier, seorang pakar sosiologi dan politik kepada Al-Arabiya (30/10/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka seringkali merupakan generasi kedua imigran asal Arab yang tiba di Prancis dalam kondisi keuangan yang sangat sulit, imbuh Liogier. “Mereka biasanya frustasi, dan akhirnya melakukan tindak kejahatan sebagai balas dendam terhadap masyarakat.”

Namun, sebagian analis lain menuding anggota parlemen Guillaume Larrive yang mengungkapkan laporan itu ingin menyerang pemerintahan Presiden Francois Hollande dengan data yang diungkapkannya tersebut.

“Pada saat warga Prancis ketakutan akan Islam, dan ketika pemerintahan Hollande sangat lemah, Larrive berupaya untuk memperburuk keadaan dan menyalahkan sayap kiriatas tingginya angka kejahatan yang dilakukan oleh Muslim di Prancis,” kata Liogier.

“Banyak orang di Prancis” menyalahkan negara “atas peranannya di Timur Tengah dan atas meningkatnya terorisme dan tindak kriminal di wilayah Prancis,” imbuh Loigier.

Guidere mengatakan, harus dibedakan antara mayoritas Muslim yang berintegrasi dengan masyarakat Prancis dan ingin hidup dengan damai, dengan secuil minoritas yang termarjinalkan dan ingin menghancurkan proses intergrasi dan kehidupan damai.

“Sebagian Muslim di Prancis sangar sukses dan berhasil hidup makmur di masyarakat,” imbuh Guidere.

Menurut Guidere persepsi tentang Islam di Barat semakin memburuk sejak munculnya kelompok ISIS/ISIL di Iraq dan Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (1)
Tulisan selanjutnya Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?