Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 November 2014 07:42 7:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2014 07:40
Bagikan
Bagikan

SUATU ketika pemuda Quraisy Arab memperhatikan gerak-gerik Rasulullah Muhammad secara diam-diam. Kekagumannya terhadap Islam dan Muhammad membawanya mengucapkan dua kalimah syahadat tanpa diketahui orangtuanya yang dikenal tokoh penyembah berhala.

Takdir Allah, suatu hari Usman Thalhah melihatnya sedang mengerjakan shalat, sebagaimana shalatnya Muhammad dan sahabat-sahabat Nabi lainnya. Kabar ini membuat ibunya marah besar dan terpaksa harus memenjarakkanya karena dinilai telah melanggar agama para leluhur mereka.

Pemuda itu adalah Mush’ab bin Umar. Lahir lahir di Makkah dari ayahnya Umair bin Hisyam bin Abdi Manaf, keluarga bangsawan utama dan konglomerat Quraisy. Ibunya Khanas binti Malik bin al-Madhrib, wanita kaya-raya di Kota Makkah. Tak ada kafilah yang datang ke Makkah yang tidak membawa dagangan ke rumahnya. Tidak ada pula kafilah yang pergi ke Syam (sekarang Suriah) yang tidak membawa dagangan padanya.

Semua fasilitas Mush’ab dicabut semenjak ia memilih bergabung dengan Islam. Ia bahkan berkali-kali menerima hukuman kurungan dan penjara dari ibunya sendiri agar rela keluar dari agama Islam.

Mush’ab dikenal sebagai pemuda tampan dan wangi. Tubuhnya tegap, kulitnya lembut. Senyum manis selalu menghias bibirnya menambah banyak gadis-gadis yang terpaut hati.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ibnu Sa’ad dalam Kita Thabaqat mengataka, ibu Mush’ab adalah wanita paling kaya dan paling mewah di zaman itu. Pakaiannya paling indah dan mewangiannya melebihi penduduk Makkah di zaman itu. Rasulullah pernah bersabda, “Aku tidak melihat Makkah sahabat paling baik, pakaian paling indah dan kehidupan paling mewah, lebih daripada Mush’ab bin Umair.”

Mush’ab bin Umair bukan sembarang lelaki. Tak ada wanita Qurasy tak tak mengenal namanya. Di masa jahiliyyah, ia dikenal sebagai pemuda dambaan kaum wanita. Bila menghadiri sebuah perkumpulan ia segera menjadi magnet pemikat semua orang terutama kaum wanita. Gemerlap pakaiannya dan keluwesannya bergaul sungguh mempesona. Namun sesudah memeluk Islam, ia berubah sama sekali. Ia kini seorang pemuda zuhud dan jauh dari hiruk-pikuk dunia.

Khalid Muhammad dalam buku “Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah“ menggambarkan Mush’ab sebagai berikut:

“Pada suatu hari ia tampil di hadapan beberapa orang muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Demi memandang Mush’ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang yang bertambal–tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka – pakaiannya sebelum masuk Islam – tak obahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi.”

Namun Rasulullah memujinya dengan mengatakan, “Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orangtuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Usai Bai’at Al ‘Aqabah, Rasulullah menugasinya pergi ke Madinah untuk berdakwah. Saat itu, di Madinah hanya ada 12 orang yang memeluk Islam, sisanya masih pemuja patung dan penyembah berhala. Namun belum genap setahun, pemeluk Islam di Madinah telah berkembang menjadi 70 orang. Bahkan dalam kurung waktu itu, Mush’ab berhasil mengislamkan beberapa tokoh Anshar, seper ti Sa’ad bin Mu’adz (pemimpin Suku Aus), Sa’ad bin Ubada (pemimpin suku Khazraj) dan Usaid bin Khudhair (putra pemuka suku Aus sebelum Sa’ad bin Mu’adz).

Sejarah mencatat, Mush’ab adalah duta dai pertama Islam di Kota Madinah (dulu bernama Yastrib) untuk berdakwah di kaum Anshar sebelum Nabi Muhammad Hijrah ke kota itu. Hasil dakwahnya terlihat nyata, bahkan ketika Rasulullah memutuskan berhijrah ke Madinah, kota itu telah menjadi “Islam” dan siap menyambut kedatangan Rasulullah.

“Di setiap kampung-kampung di kota Madinah pasti ada penduduknya yang telah memeluk agama Islam walaupun hanya satu orang sehingga dapat dikatakan, bahwa tidak ada satu kampungpun di Madinah yang tida ada ruh Islamnya”, (KH. Moenawar Chalil dalam Kelengkapan Tarikh, edisi Istimewa Jilid 2).*/AU Shalahuddin,  bersambung… “Pengibar Panji Islam yang Namanya Diabadikan Al-Quran..”

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArabislammadinahmakkahPemudaPemuda Muslimrasulullah Muhammad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Swedia Negara Uni Eropa Pertama yang Resmi Mengakui Negara Palestina
Tulisan selanjutnya Penghuni Penjara di Prancis Kebanyakan Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?