Hidayatullah.com—Peredaran mata uang asing palsu di Turki meroket tahun lalu seiring dengan terus melemahnya nilai mata uang lira, demikian data Departemen Kepolisian Nasional menunjukkan.
Dilansir Today’s Zaman dari koran Millet terbitan hari Rabu (23/9/2015), data dari Biro Anti Penyelundupan dan Kejahatan Teroganisir Turki (KOM) menunjukkan 39 dari setiap 100 lembar uang yang disita tahun lalu berupa euro dan dolar AS palsu. Angka itu hanya 15 pada tahun 2013.
Pada awal tahun 2013, uang $1 dibeli dengan TL1,75, dan melonjak di akhir tahun menjadi TL2,14. Nilai tukar lira makin melemah di akhir 2014, di mana $1 dibeli dengan TL2,32.
Tahun ini khususnya, orang-orang Turki berlomba-lomba ke money changer untuk menukarkan uang lira ke dolar AS atau euro. Aksi borong mata uang asing itu mendorong para kriminal untuk mencetak uang asing palsu lebih banyak.
Data dari KOM mengungkapkan bahwa pecahan $100 dan 200 euro paling banyak dipalsukan di Turki.
Millet melaporkan, pengedar uang palsu tidak hanya beroperasi di dunia nyata, tapi juga berusaha menjaring korban secara online. Mereka beroperasi dengan cara berpura-pura membeli barang-barang elekronik, komputer dan ponsel dengan tawaran pembayaran tunai.
Kepolisian menduga orang-orang Suriah terlibat dalam pencetakan dan peredaran uang palsu yang terus meningkat di Turki belakangan ini. Tahun ini saja sebanyak 62 orang tersangka telah ditangkap dalam operasi pemberantasan uang palsu yang digelar di provinsi-provinsi dekat Suriah seperti Gaziantep, Hatay, Kahramanmaras, Kilis, Mardin, Mersin dan Sanliurfa. Pada 2014 dalam operasi serupa jumlah tersangka yang ditangkap mencapai 89 orang. Polisi mengembangkan penyelidikan mereka ke kota-kota besar, di mana puluhan ribu pengungsi Suriah tinggal.*