Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Tolak Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dekat Pemukiman, Partai SPD Jerman Usul Uang Tutup Mulut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Januari 2020 21:13 9:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Januari 2020 21:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai Sosial Demokrat (SPD) Jerman mengusulkan agar diberikan uang kepada warga yang mengeluhkan perihal keberadaan pertanian angin di dekat rumah mereka.

“Bagi mereka yang menerima keberadaan kincir-kincir angin di lingkungan tempat tinggalnya sehingga memungkinkan ekspansi energi terbarukan, seharusnya diberi imbalan,” kata jubir bidang lingkungan hidup SPD Matthias Miersch kepada koran Neue Osnabrücker Zeitung seperti dilansir DW Jumat (3/1/2020).

Uang tunai itu dapat diserahkan kepada otoritas komunitas setempat, dengan catatan harus dipakai untuk kepentingan langsung warga di sekitar lokasi kincir angin, kata Miersch. Meskipun demikian dia juga tidak keberatan apabila insentif finansial diberikan langsung kepada masing-masing orang yang tinggal di daerah itu.

Pertanian angin sangat vital bagi rencana pengadaan energi terbarukan pemerintah Jerman, yang ingin mengurangi secara bertahap penggunaan batubara dan nuklir, guna mengatasi masalah perubahan iklim.

Program pengadaan pembangkit listrik tenaga angin ini terkendala sebab di lapangan tidak sedikit warga yang merasa terganggu dengan keberadaan fasilitas penangkap energi angin itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Warga mengeluhkan suara bising seperti baling-baling helikopter yang terus-menerus terdengar siang dan malam.

SPD, partai anggota koalisi pemerintahan Kanselir Angela Merkel, khawatir keberatan-keberatan warga itu akan menghambat pencapaian target pengadaan sumber listrik terbarukan yang sudah ditetapkan. Jerman ingin 65% sumber listriknya berasal energi terbarukan pada 2030.

Akan tetapi, pembangunan pertanian-pertanian angin melambat, dengan hanya 160 kincir angin baru sampai bulan November untuk tahun 2019. Angka itu terrendah selama 20 tahun.

Menanggapi usulan SPD itu, tidak serta merta pemerintah daerah senang. Uwe Brandl, ketua Asosiasi Kota dan Pemerintah Kota dan Kota Madya, menampik sama sekali usulan pembayaran uang tutup mulut tersebut dalam konferensi pers di Berlin hari Jumat (3/1/2020).

“Ap yang kami lihat sekarang adalah lebih ke arah membayar rakyat untuk tetap diam (tutup mulut),” kata Brandl. “Menurut saya itu bukan arah yang benar. Apabila kita mulai membayar rakyat untuk diam, maka dari yang awalnya kincir angin kemudian akan merambat ke jalan dan kebijakan-kebijakan infrastruktur lainnya.”

“Menurut saya pemerintah akan lebih baik apabila disarankan untuk menerima fakta bahwa rakyat dalam hal ini bagian dari permainan, bagian dari masyarakat, dan perubahan hanya akan mungkin jika semua orang siap berpartisipasi di dalamnya,” imbuh Brandl.

Ide membayar warga yang bersedia tinggal di dekat pertanian angin sudah diterapkan di tempat lain, Koran Taz melaporkan ada dua negara bagian di Jerman yang menawarkan kompensasi kepada masyarakat penduduk sekitar kincir angin, baik dalam bentuk saham di perusahaan listrik yang mengelola kincir tersebut, atau dalam kasus di Brandenburg, diberikan €10.000 per satu kincir untuk komunitas yang tinggal dalam radius 3 kilometer.

Guna mengatasi hambatan pembangunan lebih banyak kincir angin dan menanggulangi keluhan masyarakat, sejumlah usulan lain telah diajukan, misalnya pembangunan pertanian angin harus di lokasi sedikitnya berjarak 1.000 meter dari pemukiman warga yang terdiri dari lima atau lebih rumah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Pendidikan Maszlee Dipaksa PM Mahathir Mundur karena Tidak Ikut Perintah Kabinet
Tulisan selanjutnya Presiden China Tandatangani Perintah Mobilisasi Pelatihan Angkatan Bersenjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?