Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menlu Saudi: Uang $681 Juta dalam Rekening PM Najib Razak Pemberian Ikhlas dari Arab Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 April 2016 07:03 7:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 April 2016 16:22
Bagikan
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa uang sebanyak $681 juta (sekitar 8,98 triliun rupiah) yang ada di dalam rekening pribadi PM Malaysia Najib Razak di 1MDB adalah donasi ikhlas dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

Dilansir kantor berita resmi Turki Anadolu, kantor berita resmi Malaysia Bernama hari Jumat (15/4/2016) melaporkan, Adel Al Jubeir kepada para reporter mengatakan bahwa pihak berwenang Arab Saudi “mengetahui perihal donasi itu dan itu merupakan sumbangan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih apapun.”

Para pengkritik dan oposisi dari PM Najib Razak mempertanyakan asal-usul uang itu yang ada dalam rekening pribadinya di 1MDB, lembaga keuangan bentukan Razak yang sedang terlilit hutang dalam jumlah miliaran dolar. Menanggapi pertanyaan itu, dengan bangga pihak Razak mengatakan bahwa uang itu berasal dari “bangsawan Timur Tengah” yang menginginkan partainya United Malays National Organization (UMNO) tetap berkuasa.

Bulan Januari lalu, Kejaksaan Agung Malaysia menyatakan tidak ada yang salah dengan Razak, dan uang itu adalah donasi politik dari bangsawan-bangsawan Arab Saudi pada masa pemilihan umum tahun 2013, yang mana $620 juta di antaranya sudah dikembalikan.

Pada awal bulan Februari, Al-Jubeir mengatakan dia menerima pernyataan bersih Razak oleh pihak kejaksaan, tetapi mengutarakan keraguannya apakah dana itu benar donasi politik dari penguasa Arab Saudi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Itu pribadi warganegara Saudi, saya yakin, dan itu masuk ke sebuah investasi di Malaysia,” kata Al Jubeir ketika itu kepada New York Times.

New York Times dalam laporannya itu juga mengutip keterangan seorang anggota dan teman keluarga Kerajaan Arab Saudi. Kedua orang itu, yang menolak identitasnya diungkap, mengatakan bahwa uang tersebut diberikan bukan sebagai donasi, melainkan berasal dari seorang “Pangeran Saudi”.

Teman keluarga Kerajaan Saudi itu menambahkan bahwa uang tersebut adalah “bagian dari kesepakatan bisnis”, dan mempertanyakan apakah memang jumlah uang yang dilaporkan itu $681 juta.

Baca juga, Malaysia Bantah Uang yang Hilang dari 1MDB untuk Mendanai Film Hollywood

Hari Kamis (14/4/2016), di sela-sela pertemuan KTT OKI Ke-13 di Istanbul, Menlu Al-Jubeir mengatakan bahwa mereka (pihak berwenang Arab Saudi) “juga sangat mengetahui bahwa pihak Kejaksaan Agung Malaysia sudah melakukan penyelidikan menyeluruh atas masalah itu dan tidak menemukan adanya kesalahan.”

“Jadi, sepanjang yang kami tahu, masalah ini sudah ditutup,” imbuh Al Jubeir.

Baca berita sebelumnya, Lembaga Antikorupsi Malaysia Tidak Terima Penyelidikan Kasus PM Najib Razak Ditutup.

Masalah uang jutaan dolar dalam rekening pribadi PM Najib Razak itu, sementara lembaga keuangannya mengalami lilitan hutang, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan rakyat Malaysia yang menuntutnya mundur.  Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri dan pemimpin UMNO, bahkan ikut mendukung oposisi berdemonstrasi mendesak mundur PM Najib Razak. Padahal, Mahathir yang dianggap bapak bangsa dan negarawan Malaysia itu ketika berkuasa dulu melarang adanya demonstrasi dan bersikap sangat keras terhadap para pengunjuk rasa anti pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membangun Kembali Kepingan Peradaban Islam yang Hilang
Tulisan selanjutnya Sebelas Tersangka Anggota Jabhat Al-Nusra Ditahan di Selatan Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?