Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Larang Beri Nama Islam pada Bayi, Ancaman Tak Dapat Kerjaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2017 10:37 10:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2017 10:37
Bagikan
Nama-nama yang dilarang digunakan; Muhammad, Arafat, Jihad Fatima, Saddam, Imam, Hajj, Islam, Quran, Saddam dan Medina
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah komunis China, semakin memperketat cengkeramannya terhadap Muslim di China barat, dengan melarang orang tua memberi nama-nama religius seperti, Muhammad.

Para pejabat menggambarkan, larangan  mulai diperkenalkan bulan ini, sebagai bagian dari upaya untuk “mengekang semangat religius” di wilayah barat Xinjiang, yang menampung lebih dari 10 juta orang Uighur, sebuah kelompok minoritas Muslim.

Dokumen berjudul “Daftar Nama Etnis Minoritas yang Dilarang” menyebutkan, mereka yang tidak mematuhi aturan, maka hukumannya tidak hanya dikucilkan secara sosial,  tidak mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.

“Anda tidak dibenar memberi nama yang memiliki rasa agama yang kuat, seperti Jihad. Hal yang paling penting di sini adalah konotasi nama seperti perang suci atau pemisahan, ” kata seorang pejabat polisi Urumqi kepada RFA.

Baca:  China Anak Larang Anak-Anak Muslim Ikuti Kegiataan Keagamaan

Kelompok pemantau yang berpendapat tindakan itu membatasi hak-hak asasi manusia. Menurut para pemantau,  peraturan berkenaan dilaksanakan di wilayah Xinjiang di mana Partai Komunis China memberlakukan aturan ketat terhadap Islam, guna membatasi gerakan ekstrimis, selain pejuang Uyghur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Daftar nama yang dilarang itu sebelum ini rinci di wilayah Hotan pada 2015, tapi kini dilaksanakan di seluruh Xinjiang, yang dihuni sekitar 10 juta umat Islam.

Diantara nama-nama lain yang dilarang digunakan selain Muhammad adalah Arafat, Jihad Fatima,  Saddam, Imam, Hajj, Islam, Quran, Saddam dan Medina,  tulis Radio Free Asia (RAF).

Pemantau HAM mengatakan, peraturan baru ini tidak masuk akal selain membatasi kebebasan beragama atas nama memerangi ekstremis.

Baca:  Pejabat China Dipecat karena Tak Berani Merokok di Depan Penganut Islam

Kebijakan ini adalah pelanggaran terang-terangan perlindungan domestik dan internasional tentang hak untuk kebebasan beragama dan berekspresi.

“Insiden kekerasan dan ketegangan etnis di Xinjiang meningkat pada tahun terakhir, tetapi kebijakan dan hukuman pemerintah tidak memberi solusi. Sebaliknya, mereka hanya meningkatkan kebencian di kalangan Uyghur, “kata Direktur Hak Asasi Manusia bagi China, Sophie Richardson.

Aksi terbaru itu dibuat kurang sebulan setelah pihak Komunis China  memberlakukan aturan melarang pemakaian burqa di tempat umum dan memelihara jenggot, serta mengenakan sanksi jika menolak menonton program televisi atau radio negara itu.

Januari lalu, seorang staf diberi peringatan tegas karena mengkritik kebijakan pemerintah. Maret lalu, seorang pejabat Uyghur dilaporkan dipecat karena mengadakan pesta pernikahan di rumahnya, dibandingkan tempat yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca:  Kota di Xinjiang Larang Pemakai Jilbab dan Berjenggot Naik Bus

800 ribu pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah tersebut juga dilarang untuk berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan manapun, karena di bawah ancaman kehilangan pekerjaan.

Xinjiang adalah rumah bagi sekitar 11 juta etnis Uighur – budaya yang didominasi Muslim beretnis Mongolia, Tajik, dan Kazakh. Mereka melihat pembatasan penamaan oleh Beijing, sebagai bentuk diskriminasi yang secara langsung ditujukan pada budaya mereka.

“Orang Han (etnis China yang dominan) melihat kita sebagai haus darah dan kekerasan. Ketika kami melakukan perjalanan ke pedalaman, mereka melihat nama Muslim kami di kartu identitas. Kami pun tidak diizinkan menginap di hotel, atau apartemen sewa,” ujar seorang warga Xinjiang etnis Mongolia.

Peraturan yang disiarkan melalui media yang dikontrol komunis juga mengingatkan orang tua agar menjaga perilaku moral yang baik untuk mempengaruhi anak-anak mereka, menegakkan kesatuan etnis dan menolak ekstrimis.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayichinakomunis Chinaminoritas MuslimMuhammadMuslim UighurMuslim XinjiangNama IslamUrumqi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putusan Progresif Majelis Hakim kasus Ahok
Tulisan selanjutnya Jihad dan Sedekah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?