Hidayatullah.com—Diperkirakan 1.100 anak-anak Rohingya yang tiba di pengungsian di Bangladesh, tanpa memiliki orang tua atau anggota keluarga.
Mereka yang kehilangan keluarga mereka di Rakhine, Myanmar, dan tidak tahu arah perjalanan mereka ke Bangladesh.
Banyak diangara mereka bergerak bersama berkelompok, beberapa lain berjalan sendiri. Mereka yang beruntung bisa bertemu dengan pengungsi dan bersama-sama saat dalam perjalanan mereka.
Seorang anak, Abdul Aziz (10), (bukan nama sebenarnya), “Wanita dalam kelompok pelarian dewasa bertanya di mana orang tua saya. Saya katakana, tidak tahu di mana mereka.”
“Seorang wanita berkata, ‘Kami akan menjagamu seperti anak kami sendiri, ikutlah’. Setelah itu aku pergi bersama mereka,” ujarnya dikutip AFP.
Banyak diantara mereka menyaksikan sendiri anggota keluarga mereka tewas dibunuh secara kejam di negeri Rakhine oleh tentara Myanmar dan warga Buddha yang diseuh PBB ‘operasi membersihkan etnis’ yang terstruktur.
Ada anak-anak yang sampai ke pengungsian di Bangladesh dengan luka akibat serpihan bom atau peluru.
Jumlah anak anak yang masuk bangladesh sendiri , apakah berpisah dari keluarga di sepanjang jalan diperkirakan akan meningkat saat lebih banyak kasus ditemukan.
Baca: Perlakuan Myanmar terhadap Rohingya Merupakan ‘Buku Contoh’ Penghapusan Etnis
Mohammad Ramiz (12), hidup di kamp pengungsi sementara di Ukhiya, Cox’s Bazar, Bangladesh, mengatakan, telah kehilangan keluarga dan keadaan semakin terancam setelah melarikan diri dari desanya bersama kelompok orang-orang dewasa.
“Ada banyak kekerasan terjadi, jadi saya menyeberangi sungai dengan orang lain.”
“Saya makan daun dan air sungai untuk bertahan,” katanya.
7 Mayat Terdampar
Sementara itu, 7 mayat percayai sebagai pengungsi Rohingya ditemukan terdampar di pantai Bangladesh, hari Rabu ini, nenambah jumah 99 pengungsi dari etnis Rohingya yang mati lemas sejak melarikan diri Rakhine, Myanmar sejak 25 Agustus 2017.*>> klik (BERSAMBUNG)