Hidayatullah.com– Pedagang kuda, dokter hewan, pedagang ritel dan profesional industri perdagingan termasuk di antara 18 orang yang diadili di Marseille pada hari Selasa (6/6/2022). Mereka dituduh menjalankan jaringan luas di Eropa yang menjagal dan memperdagangkan daging kuda yang tidak layak untuk konsumsi manusia.
Kasus ini berawal dari investigasi tahun 2013 yang mengungkap kejanggalan dalam sertifikat kuda pekerja, kuda pemuliaan, kuda olahraga, kuda pacu dan bahkan kuda poni yang berakhir di rumah-rumah jagal di Prancis.
Para terdakwa utama – berasal dari Prancis, Jerman, Belgia, Belanda dan Spanyol – dijerat dengan dakwaan “penipuan terorganisir”, pemalsuan dan kecurangan pada barang dagangan yang membahayakan kesehatan manusia. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Berada di puncak adalah saudagar kuda ternama asal Belgia Jean-Marc Decker, yang menurut jaksa membentuk sebuah geng terorganisir yang memperdagangkan daging kuda ilegal. Kelompok itu antara 2010 dan 2013 memasukkan sebanyak 4.700 kuda ke berbagai rumah jagal di Prancis bagian selatan.
Sedikitnya 150 kuda diambil dari pemiliknya dengan cara tipu-tipu, diyakinkan bahwa kuda dibawa ke tempat-tempat pendidikan pertanian atau sekolah untuk anak cacat, dan digunakan untuk latihan atau terapi, lansir AFP.
Setelah diambil dari pemiliknya, kuda-kuda tua itu diduga diekspor ke Belgia dan dilengkapi dengan sertifikat kesehatan palsu dari Belgia, Jerman dan Belanda sebelum dijual ke rumah-rumah jagal di Prancis bagian selatan.
Aline Oudin, warga Meurthe-et-Moselle, memberikan kesaksian bahwa seseorang memperdayainya agar bersedia menyerahkan seekor kuda berusia 28 tahun dengan janji hewan itu akan menikmati masa pensiun menyenangkan di sebuah pertanian yang tenang.
“Saya sangat terluka … kuda itu dulu bagian dari keluarga,” ujarnya, setelah mengetahui bahwa kudanya ternyata dijagal.
“Para dealer ini bandit, tapi saya menyalahkan dokter-dokter hewan yang menjadi bagian besar dalam operasi perdagangan ilegal ini.”
Hewan yang pernah terinfeksi parasit atau menerima pengobatan medis tertentu dianggap tidak layak untuk dikonsumsi manusia.
Kuda milik Oudin, yang dijagal di Alès, pernah mendapatkan pengobatan untuk menyingkirkan serangga, cacing dan obat anti-inflamasi.
Di Alès itulah, kota kecil di wilayah Gard, pihak berwenang pertama kali menemukan sejumlah kuda dengan sertifikat kesehatan palsu
Sebuah perusahaan di Alès, yang menyuplai daging ke 80 toko daging di Prancis selatan, dijerat dakwaan karena dituding melanggar protokol kesehatan sanitasi.
Perusahaan itu, Equi’d Sud d’Alès, mengira daging yang dijualnya berasal dari Prancis.
Salah satu terdakwa adalah dokter hewan asal Belgia yang memfasilitasi jaringan itu dengan 154 dokumen kosong, termasuk blanko catatan kesehatan hewan.
Dua dokter hewan Prancis dituduh pura-pura tidak tahu atau sengaja menutup mata saat melakukan inspeksi di sejumlah rumah jagal di Alès.
Kasus ini akan disidangkan sampai 24 Juni dan akan disusul dengan dua gugatan hukum lain pada Januari dan September 2023.*