Hidayatullah.com–Serangan udara di kota Aleppo, Suriah, telah menewaskan sedikitnya 28 orang, termasuk anak-anak, demikian laporan kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah.
Serangan itu hari Ahad dilaporkan dilakukan oleh pesawat-pesawat Suriah atau Rusia, terjadi di wilayah yang dikuasai kelompok kelompok pembebasan di wilayah timur Aleppo.
Badan Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengatakan, jumlah kematian penduduk dalam serangan yang diakibatkan oleh bom gentong itu diperkirakan terus meningkat ketika kota tersebut terus dihujani roket dari jet militer rezim Bashar al Assad.
“Sebanyak 11 warga sipil termasuk empat anak-anak tewas dalam serangan udara setelah tengah malam di daerah Bab al-Nasr di Aleppo sementara tujuh lagi tewas dalam serangan di daerah Perumahan Fardous,” kata badan itu.
Menurut lembaga itu, setidaknya enam korban tewas termasuk seorang anak dan dua wanita dalam serangan di daerah Salhin sedangkan empat lagi kematian dilaporkan terjadi di kawasan perumahan lain yang dikuasai kelompok pembebasan.
“Setidaknya 20 orang lagi masih tertimbun di bawah reruntuhan,” kata Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman.
Sementara itu, kantor berita Suriah, SANA melaporkan, seorang tewas dan sembilan lainnya cedera dalam serangan roket oleh kelompok pembebasan di daerah yang dikuasai pemerintah di Kota Aleppo.
AFP yang berada di Aleppo mengatakan bom-bom gentong yang dijatuhkan di sejumlah kawasan.
Di sebuah kawasan, pemboman itu mengenai sebuah rumah sakit, sehingga melukai sejumlah perawat, dokter dan pasien.
“Bom-bom itu dijatuhkan untuk mengebom rumah sakit, mulai tengah malam sampai sekitar 11:00,” kata Mohammad Kheir, salah-seorang dokter kepada AFP.
Rudal Israel
Hari Ahad (17/07/2016) Israel dikabarkan menembakkan rudal ke arah drone yang terbang dari Suriah yang memasuki wilayah udara yang dikontrol Israel.
“Dua rudal patriot pertahanan udara ditembakkan ke arah pesawat tanpa awak yang menyusup wilayah udara Israel di pusat Dataran Tinggi Golan. Drone itu kembali ke Suriah,” kata tentara Israel dilaporkan Reuters.
Seorang juru bicara militer mengatakan tidak ada korban diketahui. Israel telah sering merespons tembakan mortir dari perang saudara di negara tetangga Suriah di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel dengan tank dan mortir dan serangan udara, tetapi penggunaan rudal patriot anti-pesawat tidak biasa.
Sebagaimana diketahui, Aleppo, salah-satu kota industri terbesar, terbagi sejak 2012. Pemerintah Suriah menguasai dan mengendalikan wilayah barat Aleppo, sementara wilayah timur dikuasai salah satu faksi kelompok pembebasan.
Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, pasukan pemerintah yang didukung oleh pesawat-pesawat Rusia, berhasil mengepung hampir semua wilayah yang dikuasai kelompok pembebasan.
Upaya pengepungan ini juga memotong dua akses kelompok pembebasan menuju ke Turki.
Hari Jumat, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan mereka bersepakat melakukan “langkah konkret” untuk melakukan gencatan senjata yang berulangkali gagal dilakukan.*