Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Korea Utara Diduga Ikut Kirim Senjata Kimia ke Perusahaan Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2017 19:19 7:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2017 19:19
Bagikan
Jenazah anak-anak yang gugur dalam serangan gas kimia terhadap desa Khan Sheikhoun oleh Rezim Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam sebuah laporan PBB, dua pengiriman dari Korea Utara untuk badan persenjataan kimia pemerintah Suriah telah dicegat dalam enam bulan terakhir.

Laporan berisi 37 halaman itu, yang dilihat oleh Reuters kemarin, tidak menjelaskan detail di mana atau kapan muatan itu disita, tetapi menyatakan bahwa muatan itu sedang diselidiki.

“Dua negara anggota (PBB) mencegat pengiriman yang ditujukan untuk Suriah,” dokumen itu mengungkapkan. “Negara anggota lainnya memberitahukan panel bahwa pihaknya memiliki alasan untuk mempercayai bahwa barang di dalamnya merupakan bagian dari kontrak KOMID dengan Suriah,” seperti yang dilaporkan oleh Middle East Monitor, Selasa 22 Agustus 2017.

Baca: Pemimpin Eropa: Semua Bukti Serangan Senjata Kimia Mengarah Bashar al Assad

KOMID merujuk pada Kerjasama Perdagangan Tambang Korea, sebuah organisasi yang telah dimasukkan ke daftar hitam Dewan Keamanan PBB sejak 2009 dan dianggap sebagai pengekspor misil balistik dan penjual senjata utama Korea Selatan.

“Penerima barang tersebut merupakan entitas Suriah yang oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat disebut sebagai perusahaan Studi ilmiah dan Pusat Penelitian (SSRC) Suriah, sebuah entitas Suriah yang diidentifikasi oleh panel PBB sebelumnya pernah bekerja sama dengan KOMID dalam pengiriman barang terlarang,” laporan para ahli itu menyebutkan.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

SSRC telah mengelola pengembangan senjata kimia rezim Suriah sejak 1970.

Meskipun rezim Suriah mengaku telah menghancurkan semua senjata kimiannya pada 2013, terdapat sejumlah insiden di mana gas sarin dan klorin digunakan terhadap penduduk sipil di beberapa kota.

Baca: Rezim Suriah Terbukti Gunakan Gas Terlarang

Insiden terakhir penggunaan senjata kimia dilaporkan terjadi pada bulan lalu, ketika kelompok oposisi menuduh pemerintah menggunakan klorin di Ghouta Timur, menyebabkan 30 orang mati tercekik gas tersebut.

Ini bukanlah pertama kalinya dugaan perdagangan senjata antara kedua negara itu terjadi. Pada 2013, International Business Times melaporkan bahwa Korea Utara telah menyuplai Suriah dengan teknologi terbaru untuk mengubah senjata kimia menjadi hulu ledak. Perwakilan Korea Utara dan Suriah di PBB belum merespon laporan tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadgas KlorinGhouta TimurKorea Utarasenjata kimiaserangan kimiaSSRCsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Kota Roma, Saudara dari Bangladesh itu ‘Meminjamkan’ Minimarketnya…
Tulisan selanjutnya Pemimpin Senior Milisi Syiah Houthi Yaman dan Milisi Hizbullah Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?