Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Adik Bashar, Maher al Assad, Terlibat Serangan Kimia di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2017 21:28 9:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2017 21:28
Bagikan
Maher dan Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com—Untuk pertama kali penyidik internasional menyerahkan laporan keterlibatan adik Presiden Bashar al-Assad,Maher al Assad  serta 13 pejabat tinggi lainnya, sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap penggunaan senjata kimia ketika konflik di Suriah bermula.

Investigasi bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) sebelumnya mengidentifikasi hanya pihak militer menggunakan senjata kimia, tanpa menyebutkan individu atau komandan mereka.

Namun, laporan terbaru itu mencantumkan nama individu yang mana penyidik percaya ada kaitan dengan serangkaian pemboman menggunakan gas saraf pada 2014 dan 2015, termasuk Assad dan adiknya, Maher al Assad serta beberapa pemimpin tinggi militer.

Laporan itu menunjukkan keputusan menggunakan senjata kimia dan gas saraf datang dari pihak atasan militer dan pemerintah rezim, kata sumber yang dekat dengan kelompok peneliti itu.

Bashar al Assad Bolehkan Bom Aleppo

Rezim Suriah sebelumnya berulang kali membantah mereka menggunakan senjata kimia ketika perang saudara selama sekitar enam tahun, sambil mengklaim itu adalah perbuatan kelompok penentang rezim atau ISIS.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Daftar nama sang individu yang tidak mengungkapkan kepada publik, dibuat berdasarkan bukti dikumpulkan tim PBB-OPCW di Suriah dan badan intelijen Barat dan lokal.

Penelitian PBB-OPCW dikenal sebagai Joint Investigative Mechanism (JIM), dipimpin tiga panel independen, didukung tim teknis dan administrasi. Ia diberi mandat oleh Dewan Keamanan PBB untuk mengidentifikasi individu dan organisasi yang bertanggung jawab menggunakan serangan kimia di Suriah.

Meskipun, penyelidikan itu tidak memiliki kekuasaan legislatif, daftar nama tersangka memungkinkan mereka didakwa.

Rezim Suriah tidak menjadi anggota Pengadilan Internasional (ICC), tetapi tuduhan kejahatan perang dapat dirujuk ke pengadilan oleh Dewan Keamanan PBB.

Mantan Petinggi Hizbullah Sebut Milisi Syiah Manfaatkan Kemiskinan untuk Bela Bashar

Daftar nama itu terbagi tiga yaitu pertama yang berisi enam nama, termasuk Assad dan adiknya yang memimpin 15.000 tentara elit di Divisi Baja ke-4. Termasuk kepala Divisi ke-22 Angkatan Udara dan Brigade Ke-63 Helikopter, unit di mana tim penyidik percaya telah menjatuhkan bom kimia dan banyak membantai rakyak Suriah.

Daftar ketiga melibatkan lain-lain pejabat senior militer, termasuk dua kolonel dan dua mayor jenderal.

Brigadir Jenderal Maher al-Assad Maher al-Assad (46 tahun), adalah Komandan Elit Garda Republik dan Divisi Lapis Baja ke-4 yang sebelumnya mengerahkan pasukannya ke Propinsi Deraa untuk melawan Front al-Nusra setelah serangkaian kekejaman pemerintah Suriah terhadap rakyatnya yang dimulai di negara itu pada Maret 2011.

Pria 45 tahun ini sudah lebih dari setahun tidak kelihatan batang hidungnya di Suriah diduga masih jadi orang kuat di kemiliteran Suriah dan disinyalir berada di balik penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.700 orang.

Adik kandung Presiden Bashar al-Assad menurut The Guardian, dalam beberapa hal, memainkan peranan penting dalam perang sipil di Suriah ketimbang kakaknya.

Anggota senior Partai Baath ini  menempati Komandan Divisi Ke-4 Pasukan Bersenjata Suriah sejak tahun 2000 dan Garda Republik. Kedua pasukan ini aktif menggempur pasukan mujahidin. Pekan lalu, kedua divisi ini kembali diaktifkan untuk melakukan operasi besar melawan pasukan pejuang Suriah di Damaskus.

Maher dikenal brutal dalam melawan kelompok oposisi dan pembebebasan. “Dia sempat terluka dalam pemboman di Damaskus 18 Juli 2012. Serangan kala itu, juga merenggut nyawa kakak iparnya, Assef Shawkat dan Menteri Pertahanan, Dawoud Rajha, ” tulis Daily Mail.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadMaher al Assadsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Partai Kebebasan Austria Sebut Islam Misoginistik, Berpandangan Fasis
Tulisan selanjutnya Artis Hollywood Lindy Lohan ‘Bersihkan’ Akun Media Sosial, Ucapkan Salam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?