Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan bahwa serangan rezim Bashar al Assad terhadap wilayah Idlib terbaru ditujukan untuk mencegah dan menggagalkan solusi penyelesaian krisis Suriah.
”Adegan pengeboman di Idlib terus berulang. Argumen tersebut diajukan untuk mencegah dan melemahkan solusi politik apapun terhadap krisis di Suriah, atas nama memerangi kelompok teroris, pembunuhan warga sipil dan terulangnya perlawanan, ” ujar Al Thani mengatakan di akun Twitter.
Setidaknya 400 warga sipil terbunuh dalam dua bulan terakhir setelah pasukan rezim mengintensifkan serangan ke distrik Ghouta Timur yang dikepung dan utara provinsi Idlib, tulis Anadolu Agency.
Baca: Serangan Udara Rusia di Idlib Tewaskan 140 Warga Sipil
Ghouta Timur yang merupakan bagian dari zona de-eskalasi di pinggiran kota Damaskus menjadi sasaran serangan intensif rezim Bashar al-Assad sejak 14 November tahun lalu.
Meski berada dalam wilayah gencatan senjata, daerah Duma, Haresta, Hammuria, Marj, Arbin, Saqba, Misraba, Madyara, Zamalka, Cisrin, Ain Tarma dan Beit Sawa di Ghouta Timur dihantam serangan bombardir berat, menurut reporter Anadolu Agency di wilayah tersebut.
Sedikitnya 303 warga sipil, termasuk lima pasukan pertahanan sipil tewas dan lebih dari 1.400 lainnya luka-luka di distrik tersebut sejak 14 November tahun lalu, menurut sumber Pertahanan Sipil (White Helmets).
Sebanyak 161 orang dari mereka terbunuh dalam dua pekan terakhir setelah Rusia kembali mulai memberikan dukungan udara kepada pasukan rezim.
Sejak akhir 2012, distrik tersebut masih berada di bawah kepungan rezim Assad. Ia juga termasuk dalam zona de-eskalasi – yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang keras.*