Hidayatullah.com-Sebanyak 357 anggota Tentara Nasional Suriah (SNA) mengalami luka, sementara 93 lain gugur, selama operasi militer yang digelar Turki sejak awal Oktober, untuk memberantas ‘teroris’ YPG / PKK di sebelah timur Sungai Efrat guna mengamankan perbatasan Turki.
Pasukan SNA telah mencari terowongan yang digunakan oleh YPG / PKK dan menetralkan bom yang telah ditanam mereka.
“SNA telah mencapai sukses besar dalam membersihkan organisasi teroris dari permukiman dengan perjuangan yang benar-benar heroik,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya pada 13 Oktober lalu, kutip Anadolu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa mengadakan pertemuan di Kota Sochi, beberapa jam sebelum jeda yang ditetapkan AS dan Turki berakhir.
Turki dan AS menyepakati zona aman 20 mil (32 kilometer) di selatan perbatasan Turki di Suriah.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana ‘teroris’ YPG / PKK akan mundur 30 kilometer (18 mil) di selatan perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam 150 jam, dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan mulai melakukan patroli bersama di wilayah tersebut.
Pada hari Rabu, penarikan YPG / PKK dari Suriah utara mulai sejalan dengan kesepakatan.
Ankara ingin membersihkan Suriah utara di sebelah timur Sungai Efrat PKK teroris dan cabang Suriahnya, YPG / PKK.
PKK ditetapkan Turki, AS dan Uni Eropa sebagai organisasi teroris, dan dianggap bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.*