Hidayatullah.comb—Bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi di kamp Yarmouk yang dikepung pasukan pendukung Bashar Al-Assad akhirnya diperbolehkan masuk setelah dua pekan terkatung-katung. Demikian menurut badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina UNRWA.
Jurubicara UNRWA Chris Gunness mengatakan, pembagian makanan bisa dilakukan kembali pada hari Selasa (18/3/2014) lapor AFP. Bantuan yang masuk berupa 465 paket makanan disamping roti dan selai, serta 2.000 dosis vaksin polio dan 800 karton kecil susu formula untuk bayi.
Sejak Juli 2013, kamp pengungsi Palestina di Suriah yang juga menampung warga Suriah yang ingin menyelamatkan diri dari pertempuran, dikepung secara ketat oleh pasukan pendukung Bashar Al-Assad.
Dulu kamp Yarmouk menampung 170.000 pengungsi, sekarang tempat itu menjadi perlindungan bagi 18.000 pengungsi Palestina dan ribuan warga Suriah.
Foto yang dirilis PBB akhir Februari kemarin yang menggambarkan ribuan orang antri untuk mendapatkan bantuan makanan telah mengejutkan dunia.
Gunness menyatakan bantuan yang masuk ke kamp itu sangat sedikit dan tidak cukup untuk diberikan kepada seluruh pengungsi.
Pekan lalu Amnesty International mengatakan, tentara rezim Suriah menggunakan kelaparan sebagai senjata perang dalam pengepungan yang dilakukannya atas Yarmouk. Hampir 200 orang wafat sejak tempat itu dikepung dan 128 di antaranya meninggal dunia karena kelaparan.*