Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

100 Orang Wafat di Suriah dalam Serangan Udara Jelang Gencatan Senjata AS-Rusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2016 17:00 5:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2016 17:00
Bagikan
Serangan udara di Idlib menjelang gencatan senjata
Bagikan

Hidayatullah.com–Serangan udara di wilayah yang dikuasai kelompok pembebasan Suriah dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 100 orang setelah AS dan Rusia mengumumkan rencananya untuk gencatan senjata.

Serangan udara di sebuah pasar di Idlib telah menewaskan hingga 60 orang, sementara sedikitnya 45 orang tewas ketika serangan udara terjadi di provinsi Aleppo, kata para aktivis oposisi.

Mereka mengatakan, serangan udara pada Sabtu (10/09/2016) itu terjadi di kota Anadan dan Hreitan di dekat Aleppo, kota kedua terbesar di Suriah.

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata di Suriah diumumkan bersama oleh Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Jenewa, Swiss hari Sabtu (10/09/2016) pagi.

Gencatan senjata itu rencananya akan mulai digelar pada Senin (11/09/2016), yang akan diikuti semacam koordinasi Rusia dan AS untuk memerangi kelompok-kelompok jihad, termasuk yang menyebut dirinya Negara Islam (ISIS).

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah Suriah akan mengakhiri misi tempur di daerah-daerah tertentu yang dikuasai oleh oposisi.

Dibutuhkan kepatuhan

Skema itu akan membutuhkan kepatuhan baik dari rezim Bashar al Assad maupun oposisi ‘untuk memenuhi kewajiban mereka,’ kata Menlu John Kerry di Jenewa.

Suriah mengatakan pemerintah Damaskus Presiden Bashar al-Assad telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia, sekutu al-Assad, dengan Amerika.

“Sebuah gencatan pertempuran akan dimulai di Aleppo demi alasan kemanusiaan,” kata kantor berita Suriah dikutip Kantor Berita BBC.

Beberapa jam kemudian, kelompok militan Syiah Hizbullah yang berbasis di Lebanon, yang setia berjuang bersama al-Assad, mengatakan juga akan menghormati gencatan senjata itu, sambil bertekad untuk mempertahankan diri jika diserang.

Turki mengatakan kesepakatan itu harus ditindaklanjuti upaya bantuan di tingkat awal, sementara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini lebih melihat skema tersebut bisa membuka jalan bagi suatu transisi politik.

Pihak oposisi mengisyaratkan siap untuk mematuhi skema itu, katanya, dengan syarat pemerintah Suriah ‘menunjukkan kesungguhan.’

Sementara Menlu Lavrov mengatakan Rusia telah menginformasikan kepada pemerintah Suriah tentang kesepakatan itu dan pemerintah Suriah ‘siap untuk mematuhinya.

Adapun juru bicara kelompok oposisi Suriah mengatakan rencana itu memberikan harapan, tetapi mereka menginginkan langkah lebih detil tentang bagaimana kesepakatan itu ditindaklanjuti.

Di ibukota Suriah, Damaskus, pemerintah mendukung kesepakatan itu, demikian laporan kantor berita Sana.

Belum ada reaksi resmi dari Iran, yang selama ini sebagai pendukung utama  Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Di saat yang sama, Reuters melaporkan, sebanyak 25 orang tewas termasuk anak-anak dan wanita dalam satu serangan oleh beberapa buah jet tempur di sebuah pasar di Idlib hari Sabtu.

Menurut sumber tim penyelamat dan penduduk sipil, serangan itu juga melukai puluhan lainnya.

Dua pekerja pertahanan sipil mengatakan, mayat korban masih sedang dialihkan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Penduduk sipil dan tim penyelamat mengatakan, mereka mengklaim semua jet tersebut adalah milik Rusia meskipun jet tersebut terbang pada ketinggian tinggi namun masih dapat diidentifikasi lagi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppobashar al asaadgencatan senjatakelompok mujahidinrusiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Gelombang Jamaah Bergerak ke Arafah Laksanakan Wukuf Hari Ini
Tulisan selanjutnya 1,5 Juta Orang Naik Haji Tahun Ini, Kecuali Warga Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?