Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Menentang Gagasan Pre-emtif Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 September 2004 08:56 8:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2004 08:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Indonesia akhirnya menentang keras gagasan Australia untuk melakukan serangan pre-emtif ke wilayah negara lain karena diaanggap tidak sesuai dengan tata krama hubungan internasional. Sikap penolakan ini juga ditunjukkan pemerintahan Malaysia dan Filipina. Menanggapi soal keinginan Perdana Menteri Australia John Howard yang berencana menempatkan tim kontraterorisme di wilayah Asia, Indonesia dan Malaysia, setidaknya harus dibicarakan sangat hati-hati dan tidak menyentuh kedaulatan satu negara. “Kalau masalah serangan pre-emtif, ini bukan yang pertama kali diungkapkan. Dan selama itu pula, kita menentang tindakan seperti itu karena tidak sesuai dalam hubungan internasional,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty M Natalegawaseperti dikutip Kompas di Jakarta, Selasa (21/9) kemarin. Sebagaimana diketahui, PM Australia John Howard Senin lalu mengungkapkan rencananya untuk melakukan serangan pre-emtif ke mana pun, termasuk ke luar negaranya guna mencegah serangan teror ke Australia. Tapi gagasan Australia itu langsung ditolak Malaysia. Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Malaysia, Najib Razak mengatakan Australia belum pernah bersmusyawarah dengan pemerintah Malaysia mengenai gagasannya itu dan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan dilancarkannya pemukulan penangkapan di wilayahnya. “Posisi Malaysia adalah kami menghormati kedaulatan kami. Karena itu, kami tidak akan mengizinkan serangan pre-emtif dengan alasan apa pun memasuki wilayah kami,” ujar Deputi PM Malaysia Najib Razak tegas. Gagasan Howard ini tidak hanya dikecam negara tetangga. Mark Latham, pemimpin partai Buruh Australia termasuk ikut-ikutan mengecam. Lathan menyatakan serangan pre-emptive unilateral akan memberikan konsekuensi yang mencelakakan bagi Australia di kawasan Asia. Banyak kalangan mengatakan, usulan Howard itu lebih dikarenakan situasi kampanye Australia pada 9 Oktober mendatang. Australia merupakan negara tetangga Indonesia yang sejak lama memimpikan menjadi polisi di Asia Tenggara, sebagaimana keberadaan AS di dunia. (Cha, berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Haramkan Senam Yoga
Tulisan selanjutnya Lebanon Larang Novel The Da Vinci Code?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?