“Semangat Kartini memang patut kita teladani,” kata Masyitoh saat ditemui awak hidayatullah.com di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2015) siang.
Namun, menurut Masyitoh bisa dilihat bahwa kemajuan perempuan saat ini sudah sangat jauh untuk mengangkat harkat dan martabat kaumnya.
“Diberbagai bidang, di berbagai aspek itu bisa kita lihat,” cetus Masyitoh.
Masih menurut Masyitoh kuota ada beberapa persen untuk legislatif dan itu sudah terpenuhi dengan kaum perempuan, meskipun dari segi kualitas belum sempurna tetapi masih tetap bisa bersaing dengan kaum laki-laki.
Selain itu, Masyitoh menuturkan jika Aisyiah tidak menyelenggarakan perayaan khusus untuk memperingati hari Kartini, tetapi kegiatan-kegiatan itu dialokasikan untuk perencanaan dalam rangka Muhtamar.
“Misal memetakan masalah kesehatan di Indonesia dan bagaimana solusinya,” kata Masyitoh.
Di mana, lanjut Masyitoh, nanti untuk hasilnya didiskusikan kembali yang kemudian akan digunakan untuk merumuskan guna menjadi program Aisyiah selama satu abad.
“Program tersebut akan dibicarakan dalam muhtamar Aisyiah yang akan digelar di Makasar mendatang untuk satu abad,” pungkas Masyitoh.*