Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebanon Larang Novel The Da Vinci Code?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 September 2004 13:04 1:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2004 13:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lembaga keamanan Lebanon dikabarkan secara resmi telah melarang peredaran novel The Da Vinci Code setelah munculnya reaksi keras kalangan Kristen di negara itu. Menurut kalangan Kristen, isi novel itu sangat bertentangan dengan keyakinan penganut Yesus dan melawan otoritas Kristen.

“Kita telah ditanya pihak keamanan menyangkut keberatan kami 10 hari yang lalu atas peredaran buku itu. Dan setelah jawaban kami, buku tersebut telah dilarang,” ujar Pendeta Abdu Abu Kasm, Presiden Pusat Penerangan agama Katholik Lebanon, Selasa lalu.

“Jawaban kita adalah bahwa buku itu merugikan kepercayaan Kristen, ” ujarnya. “Mungkin saja di negara-negara lain diijinkan, tetapi di Lebanon, hukum telah melarangnya,” ujarnya.

Da Vinci Code, telah dicetak secara internasional dan menjadi buku best-seller dengan berjuta-juta kopi dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab yang diterbitkan di Beirut.

Mitra perusahaan Ghassan Chebaro menceritakan kepada Aljazeera.net, “Delapan juta salinan buku telah dijual di AS dan ini termasuk buku best-seller sepanjang sejarah Eropa. Buku itu telah menjadi buku nomor satu di Jerman selama tiga bulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Buku itu juga tersedia dalam bahasa Italia dan bahkan beredar di Vatican, maka saya tidak bisa memahami mengapa buku itu dianggap terlarang di Lebanon.

“Kita tidak mungkin diijinkan untuk menjual buku itu di Lebanon, tetapi kita akan menemukan di hari berikutnya apakah kita dapat menjual nya di luar negeri, “tambahnya.

Roger Haddad, asisten manager di toko buku Virgin Megastore di pusat kota Beirut, mengatakan, ia telah menerima telepon yang mengatasnamakan pihak keamanan pada hari Jum?at, yang meminta untuk memindahkan buku itu dari rak. “Itu mengikuti keberatan pihak pusat penerangan agama Katholik,” ujarnya.

“Kami menjual dalam versi Arab yang dicetak di Beirut beberapa bulan lalu. Kita juga menerjemahkan dalam versi Perancis dan Inggris dan dijual di sini selama berbulan-bulan hingga sekarang,” tambahnya.

Larangan itu tak urung menjadikan Presiden Asosiasi Penerbitan Lebanon, Ahmad Fadl Allah Aasi, untuk menunjuk surat terbuka kepada Presiden Libanon Emile Lahud sebagai bentuk keberatan dalam “penindasan kebebasan”.

“Kita sekarang memiliki kementrian kebudayaan. Jadi, kenapa pihak keamanan melawan kebudayaan? Kita ingin melindungi produksi kreatif dan melawan terhadap tindakan yang melawan terhadap kebebasan kesusasteraan,” ujarnya. (ajn/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Menentang Gagasan Pre-emtif Australia
Tulisan selanjutnya Keluarga Presiden Bush Pecandu Kokain?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?