Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahasiswa Indonesia ‘Dicekoki’ Pemikiran Kapitalis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 November 2004 09:27 9:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2004 09:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Sofian Effendi mengemukakan hal tersebut pada dialog antara orang tua mahasiswa baru UGM dengan pimpinan UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (24/8). Dikatakan, tidak masuk akal Singapura yang hanya berpenduduk 3,8 juta orang mendirikan 6 universitas baru. Langkah itu semata-mata supaya putra putri Indonesia mau kuliah di Singapura, dan kemudian di-brain wash (cuci otak) dengan berbagai cara sehingga memiliki pemikiran kapitalis. “Bayangkan bagaimana amburadulnya penyelenggaraan pemerintahan dan jalannya perekonomian nasional kita, kalau lulusan-lulusan seperti ini yang menduduki jabatan-jabatan strategis. Yang ada bukan lagi negara kebangsaan Republik Indonesia, tetapi sebuah pasar besar bagi negara kecil yang kebetulan mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang lebih baik,” tegasnya. Dia menilai, tidak ada lagi semangat kebangsaan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Akibatnya privatisasi diterjemahkan sebagai menjual BUMN kepada siapapun, termasuk kepada negara lain. Padahal privatisasi mestinya diterjemahkan sebagai pengalihan BUMN dari negara kepada rakyatnya sendiri. Lebih lanjut dia menuturkan, globalisasi membuat lulusan universitas dari negara manapun leluasa bekerja di Indonesia. Keputusan pemerintah mengikuti AFTA menjadikan Indonesia sebagai pasar yang terbuka lebar bagi siapapun. Terlepas apakah keputusan itu bijak atau tidak, universitas-universitas di Indonesia harus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Dialog dengan orang tua mahasiswa baru pertama kali ini diadakan secara resmi oleh rektorat UGM. Dari surat undangan yang diedarkan melalui 6 ribu mahasiswa baru S1 reguler UGM, hanya sekitar 2 ribu orang tua mahasiswa yang menyatakan akan hadir. Namun, ternyata lebih dari 3 ribu orang datang ke acara dialog, sehingga orang tua mahasiswa yang datang belakangan tidak kebagian snack dan buku profil UGM. Dalam dialog, salah satu orang tua mahasiswa baru UGM asal Medan meminta agar demonstrasi mahasiswa dibatasi. Dia khawatir, kalau keasyikan demo, mahasiswa justru melupakan tugas utamanya, yaitu belajar. “Demo-demo itu mbok dibatasi. Kalau demo terus, kapan belajarnya ?” ucapnya diiringi tepuk tangan sebagian orang tua mahasiswa baru. Menanggapi pernyataan tersebut, Sofian menanggapi, pihaknya tidak dapat menghalang-halangi adanya unjuk rasa mahasiswa. Sebab demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi di tanah air. Dia menambahkan, demonstrasi boleh-boleh saja, asal tidak sampai mengganggu belajar dan kuliah. Namun menurutnya, IP sebagian demonstran memang di bawah 2,00. (bernas)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peraturan Diskriminatif bagi Muslimin di Penjara Australia
Tulisan selanjutnya Wagub Baghdad Mati Tertembak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?